Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Setelah Merusuh di Venezuela, Donald Trump Blak-blakan Incar Greenland

Andhika Prasetyo
05/1/2026 12:15
Setelah Merusuh di Venezuela, Donald Trump Blak-blakan Incar Greenland
Presiden Amerika Serikat Donald Trump(X)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa negaranya membutuhkan Greenland untuk kepentingan pertahanan nasional. Melansir The Atlantic, Trump menyebut bahwa Greenland memiliki posisi strategis, bahkan menyinggung kemungkinan bahwa Venezuela bukan negara terakhir yang menjadi sasaran intervensi AS.

“Kami memang membutuhkan Greenland, sangat membutuhkannya,” ujar Trump.

Pulau di kawasan Arktik itu saat ini merupakan wilayah otonom yang masih menjadi bagian dari Kerajaan Denmark. Trump mengatakan, publik boleh menafsirkan sendiri apa arti operasi militer besar AS terhadap Venezuela bagi masa depan Greenland.

“Saya tidak merujuk pada Greenland, tetapi kami memerlukannya untuk pertahanan,” katanya.

Pernyataan tersebut langsung ditanggapi Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen. Ia menolak keras gagasan bahwa AS memiliki hak untuk mengambil alih Greenland. Ia mendesak Washington berhenti melontarkan ancaman kepada sekutu dan rakyat Greenland.

“AS tidak memiliki hak untuk menganeksasi bagian mana pun dari Kerajaan Denmark,” tegasnya, merujuk pada Denmark, Greenland, dan Kepulauan Faroe.

Selama satu tahun terakhir, Trump berulang kali menyuarakan minat agar AS menguasai Greenland. Ide itu memicu penolakan tajam dari pemerintah Denmark, otoritas Greenland, hingga Uni Eropa. Pemerintahan Trump beralasan, kepentingan itu berkaitan dengan keamanan nasional, strategi kawasan Arktik, serta potensi sumber daya mineral yang dinilai strategis.

Di sisi lain, Trump pada Sabtu (3/1) menyatakan bahwa AS akan mengelola Venezuela setelah operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya. Langkah tersebut memicu kehebohan internasional. Sejumlah negara mengecam keras penggunaan kekuatan secara terbuka terhadap negara berdaulat dan tindakan terhadap kepala negaranya.

Respons global menunjukkan kekhawatiran meningkat atas eskalasi kebijakan luar negeri Washington, terutama jika ambisi AS terhadap wilayah strategis seperti Greenland benar-benar berlanjut. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya