Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Usai Maduro Ditangkap, Trump Minta Perusahaan AS Kuasai Kembali Ladang Minyak Venezuela

 Gana Buana
05/1/2026 13:25
Usai Maduro Ditangkap, Trump Minta Perusahaan AS Kuasai Kembali Ladang Minyak Venezuela
Kenapa Trump terobsesi dengan minyak Venezuela?(Dok. CNN)

PRESIDEN Donald Trump menegaskan rencananya untuk mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak raksasa Amerika Serikat guna membangun kembali industri energi Venezuela yang hancur. Pernyataan ini menyusul operasi militer AS yang berhasil menangkap Nicolás Maduro pada Sabtu lalu.

Namun, ambisi Trump untuk memulihkan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia tersebut dinilai para pengamat energi lebih banyak mengandung risiko daripada keuntungan. Kerusakan infrastruktur yang parah dan ketidakpastian politik menjadi penghalang utama bagi investor.

Ambisi Miliaran Dolar di Tengah Kerusakan

Trump menyatakan keyakinannya bahwa intervensi korporasi AS akan mengembalikan potensi Venezuela sebagai produsen minyak global utama.

"Kami akan mengerahkan perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah, dan mulai menghasilkan uang untuk negara tersebut," ujar Trump.

Meski demikian, merealisasikan rencana tersebut tidak mudah. Mengekstraksi minyak dari Venezuela membutuhkan pembangunan ulang infrastruktur yang telah 'terpotong-potong' selama era pemerintahan sosialis Hugo Chávez dan Maduro. Selain itu, jenis minyak mentah Venezuela yang kental membutuhkan biaya pengolahan yang mahal, sementara harga minyak dunia saat ini belum tentu menjustifikasi investasi sebesar itu.

Tantangan Stabilitas dan Dominasi Chevron

Peneliti senior di Center for Strategic and International Studies (CSIS), Clayton Seigle, memperingatkan bahwa situasi politik pasca-penangkapan Maduro masih sangat cair. Pada hari yang sama dengan penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela melantik Delcy Rodriguez, yang sebelumnya mengawasi perusahaan minyak negara PDVSA, sebagai presiden sementara.

"Situasi ini justru menyisakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban mengenai masa depan politik Venezuela, dan hal itu akan menjadi pertimbangan utama bagi perencana korporasi yang ingin melihat peluang di sana," kata Seigle dilansir dari CNN, 

Selain faktor politik, dominasi Chevron menjadi tantangan tersendiri bagi pendatang baru. Chevron adalah satu-satunya perusahaan minyak AS yang masih bertahan di Venezuela berkat serangkaian pengecualian sanksi. Sekitar seperempat minyak Venezuela yang diproduksi Chevron diekspor ke AS.

Peneliti senior di American Arms Association, Michael Klare, menyebut bahwa jejak Chevron akan sulit ditandingi. "Perusahaan mana pun yang masuk akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menduplikasi kemampuan tersebut. Anda tidak bisa begitu saja masuk ke Venezuela dan memompa minyak," tegasnya.

Sebagai informasi, pasukan khusus AS menangkap Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, atas tuduhan konspirasi narko-terorisme. Trump menyatakan AS akan "menjalankan" negara tersebut sampai kepemimpinan yang aman terbentuk. (CNN/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya