Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pertamina Sediakan Rp3 Miliar untuk Dukung Riset Pangan dan Energi

Naufal Zuhdi
04/12/2025 20:47
Pertamina Sediakan Rp3 Miliar untuk Dukung Riset Pangan dan Energi
Ilustrasi(Antara)

PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa penguatan riset menjadi kunci untuk mendorong transformasi industri pangan dan energi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui ajang PFsains 2025, yang tahun ini menghadirkan 25 pemenang riset dan inovasi di bidang pangan serta energi. Pertamina melalui Pertamina Foundation menyediakan total dukungan sebesar Rp3 miliar, pendampingan intensif, dan akses kolaborasi dengan Pertamina Grup untuk memastikan inovasi para peserta dapat berkembang dan diimplementasikan.

Vice President CSR & SMEPP Pertamina Foundation, Rudi Ariffianto, menekankan bahwa PFsains dirancang sebagai jembatan hilirisasi riset anak bangsa agar mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“PFsains menjadi langkah strategis untuk mengalirkan hasil riset akademisi ke masyarakat. Dengan fokus pada riset energi dan pangan, kami berharap inovasi yang lahir dapat langsung digunakan untuk menjawab kebutuhan publik dan sejalan dengan arah pembangunan dalam Astacita Pemerintah,” ujar Rudi, Senin (1/12).

Salah satu tim pemenang, Bintang Laut, menghadirkan inovasi sistem energi hybrid yang dipasang pada ponton apung dan terintegrasi dengan Sea Monitoring System. Teknologi ini ditujukan untuk penguatan ketahanan pangan masyarakat pesisir. Melalui PFsains, prototipe dan riset tim ini akan diimplementasikan di Desa Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur.

“Sistem ini mengombinasikan panel surya dan turbin angin vertikal Darrieus–Savonius untuk menghasilkan energi 2-3 kWh per hari. Energi tersebut digunakan untuk mengoperasikan lampu pada bagan ikan serta sensor pemantauan kualitas air laut, termasuk pH, salinitas, DO, kekeruhan, hingga suhu, sehingga aktivitas budidaya nelayan tetap berjalan optimal,” terang Ketua Tim Bintang Laut, Dendy Satrio.

Tim Prolowchol juga memperkenalkan inovasi berbasis sistem pertanian sirkular dengan menghadirkan probiotik EcoGreenWaste untuk mengatasi pencemaran amonia dan limbah pertanian, sekaligus menurunkan kadar kolesterol telur hingga 60-78%. Selain itu, mereka mengembangkan Photovoltaic Egg Pasteurize Electric Field, alat pengawet telur bertenaga surya yang mampu memperpanjang masa simpan telur dari 7 hari menjadi 42 hari melalui kombinasi uap antiseptik dan kejutan listrik.

“Dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan probiotik, kami ingin menunjukkan bahwa persoalan lingkungan bisa menjadi sumber solusi. Probiotik ini efektif menekan amonia di kandang ayam serta menurunkan kolesterol pada telur. Dengan pendekatan sirkular, kami berharap manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” jelas Ketua Tim Prolowchol, Ir. Brahmadhita Pratama Mahardhika.

Jumlah pemenang PFsains tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya meloloskan 16 tim. Antusiasme peserta juga melonjak, dibuktikan dengan 1.119 tim pendaftar—lebih dari dua kali lipat jumlah peserta 2024.

Para pemenang melewati proses seleksi ketat yang mencakup seleksi administrasi, pitching, wawancara mendalam, hingga tahap final yang melibatkan pakar Pertamina Grup, ahli eksternal, dan investor. Sejak diluncurkan pada 2020, Pertamina melalui Pertamina Foundation telah membantu mengembangkan 47 riset inovatif.

“PFsains kami posisikan sebagai katalis yang mendorong lahirnya inovasi energi dan pangan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan nasional. Pertamina Foundation juga akan menjembatani inovasi para pemenang dengan Pertamina Grup untuk mendukung program Community Involvement & Development serta target PROPER,” tutup President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya