Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Abbas Araghchi menekankan bahwa Iran tidak pernah menginginkan perang, melainkan ingin menyelesaikan masalah melalui diplomasi.
"Kami tidak pernah mempercayai Amerika sebagai negosiator yang jujur, Amerika Serikat tidak jujur dalam hal apa pun, dan saya rasa tidak ada yang bisa mempercayai Amerika," kata Araghchi dalam wawancara dengan jaringan televisi al-Jazeera, Sabtu (13/12).
Mengenai Perang 12 Hari yang dilancarkan rezim Israel terhadap Iran dan adanya ancaman serangan baru, Araghchi menyatakan, "Kami juga kerap mendengar bahwa rezim Israel kemungkinan akan menyerang lagi."
"Perang psikologis adalah bagian dari perang yang sebenarnya. Tampaknya mereka saat ini sedang berupaya melakukan perang psikologis dan menciptakan rasa takut di negara ini bahwa ini adalah bagian dari perang yang lebih umum," tambahnya.
"Tentu saja, ini bukan berarti kami mengabaikan kemungkinan perang. Kami sepenuhnya siap. Angkatan Bersenjata dan rakyat kami siap membela negara dalam situasi apa pun. Kami tidak menginginkan perang, tetapi kami ingin menyelesaikan masalah melalui jalur diplomasi," katanya melanjutkan.
Menurutnya, seseorang mungkin bisa menghancurkan bangunan dan peralatan dengan pengeboman, tetapi teknologi tidak akan hancur oleh serangan militer dan pengetahuan tidak bisa dihapus dari pemikiran melalui pengeboman.
Dia menegaskan bahwa pada intinya, kemauan suatu negara tidak bisa dihancurkan oleh pengeboman.
Araghchi mengingatkan sebelum serangan militer, mereka memboikot rakyat Iran selama bertahun-tahun tanpa ada penyelesaian masalah.
Ia menekankan bahwa tidak ada solusi lain selain negosiasi dan jalur diplomatik untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Lebih lanjut, Araghchi menegaskan bahwa kondisi dan posisi Iran saat ini sepenuhnya tergantung pada rakyat Iran sendiri.
"Saya menyarankan Amerika Serikat untuk menghormati rakyat Iran dan sistem yang telah dipilih rakyat Iran untuk diri mereka sendiri," katanya. (IRNA-OANA/Ant/I-2)
Berapa harga satu rudal Tomahawk? Per Maret 2026, satu unit Tomahawk Block V mencapai Rp42,2 miliar. Simak rincian biaya operasionalnya di sini.
Siapa pembuat rudal Tomahawk? Simak profil Raytheon Technologies (RTX), raksasa pertahanan AS yang memproduksi rudal yang menghantam sekolah di Iran.
Investigasi terbaru mengungkap spesifikasi rudal Tomahawk AS yang menewaskan 175 orang di SD Shajarah Tayyebeh, Iran. Simak detail teknis dan penyebab kesalahan fatalnya.
Presiden AS Donald Trump menyoroti risiko keselamatan yang mungkin mengintai para pemain timnas Iran selama turnamen Piala Dunia 2026 berlangsung.
Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah tidak akan berhenti menyerang pangkalan AS dan Israel sampai musuh dikalahkan total. Simak update situasi terbaru di sini.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Jajak pendapat Morning Consult tunjukkan 48% warga AS salahkan Donald Trump atas lonjakan harga bensin akibat konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.
IRGC Iran klaim rudal balistik hantam kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Oman hingga mundur. AS bantah dan sebut Operasi Epic Fury terus berjalan.
Iran klaim serangan rudal dan drone hantam kapal induk USS Abraham Lincoln hingga rusak berat.
Berapa harga satu rudal Tomahawk? Per Maret 2026, satu unit Tomahawk Block V mencapai Rp42,2 miliar. Simak rincian biaya operasionalnya di sini.
Siapa pembuat rudal Tomahawk? Simak profil Raytheon Technologies (RTX), raksasa pertahanan AS yang memproduksi rudal yang menghantam sekolah di Iran.
Investigasi terbaru mengungkap spesifikasi rudal Tomahawk AS yang menewaskan 175 orang di SD Shajarah Tayyebeh, Iran. Simak detail teknis dan penyebab kesalahan fatalnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved