Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kapal Tanker Minyak Venezuela yang Disita Dibawa ke Pelabuhan di AS

Thalatie K Yani
12/12/2025 06:56
Kapal Tanker Minyak Venezuela yang Disita Dibawa ke Pelabuhan di AS
Kapal tanker minyak Venezuela yang disita pasukan AS akan dibawa ke pelabuhan Amerika, memicu kekhawatiran meningkatnya konflik terbuka.(Media Sosial X)

PEMERINTAH Amerika Serikat mengonfirmasi kapal tanker minyak Venezuela yang disita pasukan AS di lepas pantai negara itu akan dibawa ke salah satu pelabuhan di Amerika. Langkah ini menambah kekhawatiran akan kemungkinan pecahnya konflik terbuka antara Washington dan Caracas.

Kapal tersebut diambil alih dalam operasi dramatis ketika pasukan AS turun dari helikopter menggunakan tali sebelum memasuki kapal. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menyebut tindakan itu sebagai upaya menekan “rezim” Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Pemerintahan Presiden Donald Trump telah meningkatkan tekanan terhadap Venezuela dalam beberapa bulan terakhir melalui pengerahan armada laut besar-besaran dan serangan terhadap kapal yang dituduh terkait penyelundupan narkotika, yang menurut laporan telah menewaskan hampir 90 orang.

Dalam pernyataan kepada media, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kapal itu akan dibawa ke pelabuhan AS. Washington berniat menyita minyak tersebut. Ia menegaskan AS tidak akan membiarkan kapal yang terkena sanksi “berlayar membawa minyak pasar gelap yang hasilnya digunakan untuk mendanai narco-terorisme oleh rezim nakal dan tidak sah di seluruh dunia”.

Video operasi penyitaan yang dirilis Jaksa Agung AS Pam Bondi menunjukkan pasukan Amerika memasuki ruang kendali kapal dengan senjata terangkat. Bondi mengatakan kapal itu merupakan bagian dari jaringan pengiriman minyak ilegal yang melanggar sanksi.

Venezuela Kecam Washington

Sementara itu, pemerintah Venezuela melalui kementerian luar negerinya mengecam keras langkah Washington. Mereka menyebutnya sebagai “pencurian terang-terangan dan tindakan pembajakan internasional”.

PBB turut menyatakan keprihatinan. Sekretaris Jenderal António Guterres, melalui juru bicaranya, menyerukan semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan serta mengganggu stabilitas kawasan.

Di dalam negeri AS, langkah ini juga memicu perdebatan. Senator Dick Durbin mempertanyakan legalitas penyitaan tersebut dan memperingatkan bahwa “setiap presiden yang mengambil tindakan perang harus mendapatkan otorisasi dari rakyat Amerika melalui Kongres”. Ia menilai Trump sedang mempersiapkan invasi ke Venezuela.

Kartel Matahari

Washington menuduh Maduro memimpin “Kartel Matahari”, yang dikategorikan sebagai organisasi narco-teroris, serta menawarkan hadiah US$50 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya. Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi baru terhadap tiga kerabat Maduro dan enam perusahaan yang terlibat dalam pengiriman minyak.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa “hari-hari Maduro sudah terhitung” dan tidak menutup kemungkinan operasi darat di Venezuela. Di sisi lain, Maduro menegaskan AS berupaya menggulingkannya dan mengincar cadangan minyak negaranya. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya