Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMAS menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan persenjataan mereka di Jalur Gaza kepada otoritas Palestina, asalkan kehadiran militer Israel di wilayah tersebut dihentikan sepenuhnya.
Kepala negosiator Hamas sekaligus pemimpin kelompok itu di Gaza, Khalil al-Hayya, mengatakan bahwa keberadaan senjata mereka bergantung pada situasi konflik.
"Senjata kami terkait dengan keberadaan pendudukan dan agresi," ujarnya seperti dikutip AFP, Minggu (7/12).
"Jika pendudukan berakhir, senjata-senjata ini akan ditempatkan di bawah otoritas negara," tambah Hayya.
Ketika dimintai penjelasan oleh AFP, kantor Hayya menegaskan bahwa yang dimaksud adalah penyerahan senjata kepada negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Hayya juga membuka kemungkinan menerima pasukan penjaga perdamaian PBB untuk bertugas di Gaza, selama mandatnya sebatas memantau perbatasan dan memastikan gencatan senjata berjalan.
"Kami menerima pengerahan pasukan PBB sebagai pasukan pemisah, yang bertugas memantau perbatasan dan memastikan kepatuhan terhadap gencatan senjata di Gaza," tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan penolakan Hamas terhadap pengerahan pasukan internasional yang ditugaskan secara khusus untuk melakukan pelucutan senjata kelompok tersebut.
Meski gencatan senjata telah menghentikan kontak senjata besar dalam perang dua tahun, otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa lebih dari 360 warga Palestina tewas sejak kesepakatan tersebut berlaku pada 10 Oktober akibat serangan Israel yang masih terjadi secara sporadis. (AFP/Fer/I-1)
Militer Israel tega menyiksa balita 1 tahun, Karim Abu Nassar, dengan sundutan rokok selama 10 jam di Gaza untuk paksa pengakuan ayahnya. Pelanggaran HAM berat!
Tragedi kemanusiaan berlanjut: Anak 13 tahun tewas di tenda Gaza dan seorang ibu ditembak di Reineh. Total korban tewas di Gaza kini melampaui 72.000 jiwa.
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
RAMADAN kali ini Adara kembali menyalurkan bantuan ke berbagai wilayah di Palestina, termasuk di Jalur Gaza.
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
WFH adalah salah satu ‘aksi cepat’ yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu.
Panglima militer Uganda Muhoozi Kainerugaba ancam akan terjun ke perang Iran demi membela Israel jika terdesak. Hubungan kedua negara semakin erat pasca-insiden Entebbe.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu umumkan perluasan zona keamanan di Libanon Selatan hingga Sungai Litani. Langkah ini memicu kekhawatiran pendudukan jangka panjang.
ORGANISASI kemanusiaan Oxfam menilai Israel menerapkan pola operasi militer yang serupa dengan yang sebelumnya dilakukan di Gaza. Kini Israel menyerang wilayah selatan Libanon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved