Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump membela pernyataannya yang menyebut wilayah udara Venezuela ditutup. Katanya, negara itu mengirim penjahat ke AS. Akan tetapi, ia meminta wartawan untuk tidak berpikir apa pun ketika ditanya apakah peringatan itu mengisyaratkan serangan yang akan segera terjadi.
Saat berbicara kepada wartawan di pesawat Air Force One pada Minggu (30/11), Trump mengatakan Venezuela bukan negara yang sangat ramah. Ia mengeklaim Venezuela telah mengirim penjahat, anggota geng, dan pengedar narkoba ke AS.
Pada Sabtu, Trump meminta maskapai penerbangan, pilot, pengedar narkoba, dan pedagang manusia, "mempertimbangkan WILAYAH UDARA DI ATAS DAN DI SEKITAR VENEZUELA UNTUK DITUTUP SELURUHNYA."
Ketika ditanya pada Minggu apakah peringatan itu berarti serangan udara akan segera terjadi, Trump berkata, "Jangan berpikir apa pun."
Trump juga mengonfirmasi laporan dari New York Times bahwa ia berbicara melalui telepon dengan Presiden Nicolas Maduro, meskipun ia tidak memberikan detail tentang percakapan tersebut.
"Saya tidak akan mengatakan semua berjalan baik atau buruk," katanya. "Itu hanya panggilan telepon."
Komentar presiden tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Venezuela atas kegagalan Venezuela menghentikan pengiriman narkotika oleh para pengedar narkoba ke AS.
Sejak September, pemerintahan Trump melakukan lebih dari 20 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga sebagai pengedar narkoba di perairan Amerika Latin dan meningkatkan kehadiran militernya di Karibia sebagai bagian dari upaya Trump untuk menindak aliran narkoba ke AS.
Serangan-serangan tersebut membuat jumlah total tersangka teroris narkotika yang dibasmi menjadi lebih dari 82 orang dengan tiga orang yang selamat.
Namun, seiring AS terus memperkuat pasukan di perairan lepas Venezuela, Maduro menyerukan perdamaian tetapi juga tetap menentang hal yang disebutnya agresi imperialis.
Maduro menyampaikan pidato di Caracas pekan lalu sambil mengacungkan pedang dan memperingatkan para pendukungnya untuk bersiap menghadapi konfrontasi. Katanya, AS akan segera mulai menghentikan para tersangka pengedar narkoba Venezuela di darat.
Ia muncul dalam demonstrasi besar di ibu kota sambil memegang pedang Simón Bolívar, pemimpin kemerdekaan abad ke-19 yang dianggap sebagai pembebas sebagian besar Amerika Selatan. Maduro mengatakan kepada para pendukungnya bahwa negara sedang menghadapi momen yang menentukan. (Fox/I-2)
Hanya beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara, tokoh oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa kembali ditangkap paksa oleh pria bersenjata.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Narasi pemerintah AS terkait penembakan dua imigran Venezuela di Oregon runtuh di pengadilan. Tak ada bukti keterlibatan geng Tren de Aragua seperti yang diklaim DHS.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
DONALD Trump mengakui bahwa militer Amerika Serikat (AS) menggunakan senjata sonik 'rahasia' selama penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Tiga uskup agung Katolik AS mengatakan bahwa landasan moral untuk tindakan Amerika di dunia dipertanyakan akibat penggunaan atau ancaman kekuatan militer kembali.
SATU tahun memasuki masa jabatan keduanya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghancurkan tatanan usai Perang Dunia II yang belum pernah terjadi.
Serangan udara AS di ibu kota Venezuela Caracas, penangkapan Presiden Nicolás Maduro, serta pengambilalihan fasilitas energi strategis menandai eskalasi terbuka
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved