Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Venezuela Tolak Keras Ancaman Trump di Tengah Pengerahan Militer AS

Ferdian Ananda Majni
30/11/2025 12:38
Venezuela Tolak Keras Ancaman Trump di Tengah Pengerahan Militer AS
Nicolas Maduro.(Al Jazeera)

VENEZUELA menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan ancaman kolonialis setelah ia menyatakan bahwa wilayah udara di sekitar negara tersebut seharusnya dianggap tertutup. 

Sikap itu mendapat respons keras dari Caracas yang menilai pernyataan Trump sebagai agresi lain yang berlebihan, illegal, dan tidak beralasan terhadap rakyat Venezuela.

Meskipun AS tidak memiliki dasar hukum untuk menutup wilayah udara negara lain, pesan Trump di media sosial dinilai dapat menimbulkan kebingungan bagi maskapai dan mendorong sejumlah perusahaan penerbangan menghindari rute menuju Venezuela.

AS sendiri meningkatkan kehadiran militernya di Karibia dengan alasan upaya memerangi penyelundupan narkoba. Presiden Venezuela Nicolás Maduro menolak klaim tersebut dan menyebut tindakan AS sebagai manuver untuk menggulingkannya.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menulis, "Kepada seluruh Maskapai Penerbangan, Pilot, Pengedar Narkoba, dan Pedagang Manusia, mohon pertimbangkan Wilayah Udara di Atas dan di sekitar Venezuela untuk ditutup seluruhnya."

Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari BBC.

Peringatan FAA dan Tanggapan Caracas

Pernyataan Trump muncul tidak lama setelah Badan Penerbangan Federal AS (FAA) memperingatkan maskapai tentang peningkatan aktivitas militer di dalam dan sekitar Venezuela. 

Pemerintah Venezuela kemudian mengatakan bahwa AS secara sepihak menangguhkan penerbangan repatriasi mingguan bagi migran asal negara itu.

Caracas juga menyerukan dukungan komunitas internasional. 

"Kami menyerukan langsung kepada komunitas internasional, pemerintah berdaulat di dunia, PBB, dan organisasi multilateral terkait untuk dengan tegas menolak tindakan agresi yang tidak bermoral ini," kata pemerintah dalam pernyataannya.

Pada saat yang sama, Venezuela melarang enam maskapai besar yakni Iberia, TAP Portugal, Gol, Latam, Avianca, dan Turkish Airlines untuk mendarat karena mereka tidak memenuhi batas waktu 48 jam yang diberikan untuk melanjutkan operasi.

Pengerahan Militer AS dan Tuduhan Kartel

AS mengerahkan kapal induk USS Gerald Ford dan sekitar 15.000 personel militer ke wilayah yang masih berada dalam jangkauan Venezuela. Washington menyatakan langkah itu bertujuan memerangi perdagangan narkoba, sementara Caracas menilai aksi tersebut sebagai tekanan politik untuk menggulingkan Maduro.

Trump bahkan menyampaikan bahwa operasi darat untuk menghentikan perdagangan narkoba Venezuela akan dimulai segera. Pasukan AS telah melakukan sedikitnya 21 serangan terhadap kapal yang mereka klaim membawa narkoba, menewaskan lebih dari 80 orang, meski belum menunjukkan bukti atas tuduhan tersebut.

AS juga menetapkan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing. Penunjukan ini memberi wewenang lebih luas bagi aparat AS untuk menargetkan dan membubarkan jaringan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Venezuela telah menolak dengan tegas, tegas, dan mutlak penetapan ini. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman Venezuela Diosdado Cabello, yang juga dituduh terlibat dalam kelompok tersebut, menyebutnya sebagai rekayasa.

Namun, Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa Cartel de los Soles benar-benar ada dan telah memengaruhi lembaga militer, intelijen, legislatif dan yudikatif Venezuela. (BBC/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya