Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
VENEZUELA menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan ancaman kolonialis setelah ia menyatakan bahwa wilayah udara di sekitar negara tersebut seharusnya dianggap tertutup.
Sikap itu mendapat respons keras dari Caracas yang menilai pernyataan Trump sebagai agresi lain yang berlebihan, illegal, dan tidak beralasan terhadap rakyat Venezuela.
Meskipun AS tidak memiliki dasar hukum untuk menutup wilayah udara negara lain, pesan Trump di media sosial dinilai dapat menimbulkan kebingungan bagi maskapai dan mendorong sejumlah perusahaan penerbangan menghindari rute menuju Venezuela.
AS sendiri meningkatkan kehadiran militernya di Karibia dengan alasan upaya memerangi penyelundupan narkoba. Presiden Venezuela Nicolás Maduro menolak klaim tersebut dan menyebut tindakan AS sebagai manuver untuk menggulingkannya.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menulis, "Kepada seluruh Maskapai Penerbangan, Pilot, Pengedar Narkoba, dan Pedagang Manusia, mohon pertimbangkan Wilayah Udara di Atas dan di sekitar Venezuela untuk ditutup seluruhnya."
Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari BBC.
Pernyataan Trump muncul tidak lama setelah Badan Penerbangan Federal AS (FAA) memperingatkan maskapai tentang peningkatan aktivitas militer di dalam dan sekitar Venezuela.
Pemerintah Venezuela kemudian mengatakan bahwa AS secara sepihak menangguhkan penerbangan repatriasi mingguan bagi migran asal negara itu.
Caracas juga menyerukan dukungan komunitas internasional.
"Kami menyerukan langsung kepada komunitas internasional, pemerintah berdaulat di dunia, PBB, dan organisasi multilateral terkait untuk dengan tegas menolak tindakan agresi yang tidak bermoral ini," kata pemerintah dalam pernyataannya.
Pada saat yang sama, Venezuela melarang enam maskapai besar yakni Iberia, TAP Portugal, Gol, Latam, Avianca, dan Turkish Airlines untuk mendarat karena mereka tidak memenuhi batas waktu 48 jam yang diberikan untuk melanjutkan operasi.
AS mengerahkan kapal induk USS Gerald Ford dan sekitar 15.000 personel militer ke wilayah yang masih berada dalam jangkauan Venezuela. Washington menyatakan langkah itu bertujuan memerangi perdagangan narkoba, sementara Caracas menilai aksi tersebut sebagai tekanan politik untuk menggulingkan Maduro.
Trump bahkan menyampaikan bahwa operasi darat untuk menghentikan perdagangan narkoba Venezuela akan dimulai segera. Pasukan AS telah melakukan sedikitnya 21 serangan terhadap kapal yang mereka klaim membawa narkoba, menewaskan lebih dari 80 orang, meski belum menunjukkan bukti atas tuduhan tersebut.
AS juga menetapkan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing. Penunjukan ini memberi wewenang lebih luas bagi aparat AS untuk menargetkan dan membubarkan jaringan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Venezuela telah menolak dengan tegas, tegas, dan mutlak penetapan ini. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman Venezuela Diosdado Cabello, yang juga dituduh terlibat dalam kelompok tersebut, menyebutnya sebagai rekayasa.
Namun, Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa Cartel de los Soles benar-benar ada dan telah memengaruhi lembaga militer, intelijen, legislatif dan yudikatif Venezuela. (BBC/I-2)
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Venezuela dan AS sepakat bekerja sama mengembangkan sektor pertambangan. Reformasi hukum disiapkan untuk menarik perusahaan raksasa tambang global.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Gelombang pembebasan tahanan politik di Venezuela dimulai. Sebanyak 1.557 orang ajukan amnesti, termasuk pengosongan penjara El Helicoide yang kontroversial.
Swis resmi bekukan ekspor senjata baru ke AS demi jaga netralitas di tengah perang Iran. Bern juga tutup ruang udara bagi penerbangan militer Washington ke Timur Tengah.
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved