Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Komandan Hizbullah Tewas, Iran Sebut Serangan Israel Pelanggaran Berat

Ferdian Ananda Majni
25/11/2025 09:45
Komandan Hizbullah Tewas, Iran Sebut Serangan Israel Pelanggaran Berat
Serangan Israel di Libanon.(Al Jazeera)

KEMENTERIAN Luar Negeri Iran mengecam keras serangan udara Israel di kawasan padat penduduk di Beirut yang menewaskan Komandan Senior Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai

Serangan pada Minggu (23/11) itu menghantam apartemen-apartemen di Dahiyeh, wilayah selatan ibu kota Libanon, dan menewaskan sedikitnya lima orang. Empat anggota lain Hizbullah turut menjadi korban, sementara 28 orang mengalami luka-luka.

Dalam pernyataannya pada Minggu malam, Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada November 2024. Serangan itu juga dinilai sebagai serangan brutal terhadap kedaulatan Libanon.

Teheran menegaskan pentingnya meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel atas tindakan teroris dan dugaan kejahatan perang yang mereka lakukan. Iran turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memberikan penghormatan kepada Tabatabai, yang dinilai berdedikasi membela Libanon dari agresi Israel sepanjang hidupnya.

Seruan kepada PBB

Iran juga mengecam dukungan Amerika Serikat terhadap Israel, yang menurutnya menjadi penyebab pelanggaran gencatan senjata terus berulang. Kementerian tersebut mendesak PBB serta komunitas internasional mengambil langkah nyata untuk menghentikan yang mereka sebut sebagai ancaman terhadap stabilitas regional dan global.

Menurut pernyataan itu, Kementerian Luar Negeri menganggap ketidakpedulian dan kebisuan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanannya terkait agresi berkelanjutan dan kejahatan rezim Israel yang tak terhitung jumlahnya terhadap rakyat Libanon sebagai hal yang disesalkan dan tidak dapat dibenarkan.

Iran juga menyerukan tindakan serius oleh komunitas internasional untuk melawan terorisme terorganisir dan hasutan perang rezim Zionis terhadap Libanon dan negara-negara lain di kawasan.

Kementerian memperingatkan bahwa tak diragukan lagi, petualangan militer rezim Zionis di kawasan Asia Barat merupakan ancaman terbesar, tidak hanya bagi perdamaian dan stabilitas kawasan ini, tetapi juga bagi perdamaian dan keamanan internasional. Karena itu, Iran menilai situasi ini membutuhkan tanggung jawab global.

Eskalasi Serangan di Libanon

Serangan terbaru Israel ini disebut sebagai pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang disepakati dengan Hizbullah tahun lalu, yang bertujuan menghentikan pertempuran yang telah meluas menjadi perang terbuka. 

Dalam insiden berbeda pada Selasa malam, serangan Israel di kamp pengungsian Ain al-Hilweh dekat Sidon menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai sejumlah lainnya, termasuk pelajar.

Menurut otoritas Libanon, sejak Oktober 2023 serangan Israel telah menewaskan sekitar 4.000 orang dan memaksa lebih dari 1,2 juta warga mengungsi di seluruh wilayah negara itu. (Mehrnews/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya