Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Jurnalis Peraih Pulitzer Sampaikan Pandangan Suram Masa Depan Gaza

Ferdian Ananda Majni
12/11/2025 12:15
Jurnalis Peraih Pulitzer Sampaikan Pandangan Suram Masa Depan Gaza
Warga Gaza.(Al Jazeera)

JURNALIS peraih Hadiah Pulitzer, Seymour M. Hersh, yang dikenal karena membongkar berbagai pelanggaran militer Amerika Serikat di Vietnam dan Irak, menyampaikan pandangan suram mengenai masa depan Jalur Gaza, Palestina. Dia menilai tidak akan ada akhir yang nyata bagi konflik maupun penderitaan rakyat di wilayah tersebut setelah dua tahun pengeboman Israel.

"Saya rasa mereka tidak akan selamat," kata Seymour Hersh dalam penampilan publiknya di Doc Stories SFFilm, yang digelar di Vogue Theatre, San Francisco. 

"Ini mungkin menjadi salah satu kekacauan terburuk yang pernah kita saksikan, karena Israel bersikeras melanjutkan apa yang mereka lakukan, dan hal itu begitu menghancurkan serta mengerikan," tambahnya.

Hersh berbicara pada malam pembukaan festival pada Kamis (6/11) dalam sesi diskusi usai pemutaran film dokumenter Cover-Up karya Laura Poitras dan Mark Obenhaus yang menyoroti perjalanan panjang kariernya di usia 88 tahun.

Film tersebut menampilkan berbagai laporan investigatif Hersh, termasuk pembantaian My Lai dan upaya penutupannya selama Perang Vietnam, pengeboman rahasia di Kamboja, pengungkapan program mata-mata CIA di era 1960-1970-an, serta penyiksaan tahanan di Abu Ghraib pada perang Irak.

Gaza Jadi Fokus di Festival

Isu perang Gaza juga menjadi tema besar di Doc Stories tahun ini. Festival tersebut ditutup pada Minggu dengan dua film bertema Gaza, yakni film panjang Put Your Soul on Your Hand and Walk karya sutradara asal Paris, Sepideh Farsi, dan film pendek Free Fish karya jurnalis Palestina Bisan Owda yang menyoroti kehidupan nelayan di pesisir Gaza.

Farsi menyatakan kepada San Francisco Chronicle bahwa ia memahami pandangan pesimistis Hersh, merujuk pada laporan yang memperkirakan butuh 14 tahun untuk membersihkan puing-puing akibat serangan dua tahun terakhir.

"Saya kesulitan membayangkan apa yang akan terjadi. Saya rasa memang sangat sulit melupakan ini," ujarnya. 

"Namun saya ingin tetap berharap. Saya tidak bisa tidur sambil berkata. Oke, Palestina sudah berakhir. Mereka menghancurkannya," sebutnya.

Dampak Kemanusiaan dan Akar Konflik

Konflik yang telah berlangsung lebih dari satu abad ini kembali memanas sejak Hamas melancarkan serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang.

Sebagai balasan, serangan militer Israel yang diperintahkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menewaskan lebih dari 67.900 warga Palestina dan melukai 170.000 orang, demikian menurut laporan UNRWA pada 20 Oktober. Para analis meyakini jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Perdebatan di Atas Panggung

Dalam diskusi di panggung Vogue Theatre, sutradara Laura Poitras menolak pesimisme Hersh.

"Saya tidak percaya kita bisa berhenti berharap bahwa sesuatu dapat dilakukan untuk menghentikan genosida yang terjadi di depan mata kita," kata Poitras, pemenang Oscar 2014 lewat dokumenter Citizenfour tentang Edward Snowden. 

"Kita tidak boleh menyerah," tambahnya.

Hersh lalu menimpali dengan skeptis, "Apakah menurutmu semua akan baik-baik saja? Apakah mereka akan membangun rumah baru di Gaza dan menyuruh semua orang bekerja di sana?"

Poitras menegaskan, "Saya pikir pendudukan atau apartheid, keduanya tidak berkelanjutan."

Namun Hersh tetap berpendapat sebaliknya. "Ini kekacauan besar yang akan makin memburuk,” katanya. "Ada satu generasi anak-anak usia nol hingga lima tahun yang otaknya rusak akibat kekurangan gizi," lanjutnya.

Tuntutan Keadilan

Sepideh Farsi, yang lahir di Iran dan pernah dipenjara selama delapan bulan karena menentang perang Iran-Irak, menekankan bahwa keadilan harus menjadi prioritas setelah perang berakhir.

"Yang paling kita butuhkan, selain rekonstruksi, adalah keadilan," ujarnya. "Siapa pun pelakunya, semua harus bertanggung jawab atas kejahatan yang telah dilakukan," pungkasnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya