Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Perempuan Meksiko Angkat Suara, Pelecehan Seksual Jadi Musuh Negara

Dhika Kusuma Winata
07/11/2025 17:14
Perempuan Meksiko Angkat Suara, Pelecehan Seksual Jadi Musuh Negara
Ilustrasi.(AFP/ELISA COLELLA)

SUARA perempuan Meksiko bergema setelah insiden tak senonoh yang menimpa Presiden Claudia Sheinbaum. Aksi pelecehan terhadap sang Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memicu kemarahan publik dan membuka kembali luka lama tentang rentannya perempuan Meksiko di ruang publik. 

Sheinbaum, pemimpin perempuan pertama dalam sejarah Meksiko, merespons dengan meluncurkan kampanye nasional melawan kekerasan dan pelecehan seksual. Langkah itu disambut harapan sekaligus skeptisisme oleh perempuan Meksiko.

“Saya tidak pernah memakai gaun di jalan, karena saya tahu risikonya,” ujar Yunue Valera, 23 tahun, seorang mahasiswi kedokteran gigi, kepada AFP.

“Di Meksiko, hampir semua perempuan pernah mengalaminya (pelecehan). Di angkutan umum, di jalan, di toko, di mana pun. Itu sudah seperti hal yang dianggap biasa," tuturnya.

Pernyataan Valera mencerminkan realitas pahit yang dialami banyak perempuan Meksiko. Data PBB menunjukkan sekitar 70% perempuan dan anak perempuan berusia 15 tahun ke atas di Meksiko pernah mengalami pelecehan seksual setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Namun, di balik sorak dukungan terhadap langkah Sheinbaum, terselip pula rasa pesimis terhadap efektivitas sistem hukum di negara itu.

“Kalau kita melapor, mereka tidak benar-benar mendengarkan. Jadi, apa gunanya melapor kalau mereka tak akan peduli?" kata Adriana Abelino, 19 tahun.

Peristiwa pelecehan yang dialami Presiden Sheinbaum terjadi Selasa lalu (4/11) ketika dia berada di pusat Kota Meksiko. Seorang pria yang tampak mabuk mendekatinya, melingkarkan tangan di bahunya, menyentuh pinggul dan dadanya, lalu mencoba mencium lehernya.

Aksi itu direkam warga dan viral di media sosial, memancing reaksi keras baik di dalam maupun luar negeri. Pelaku kemudian ditangkap dan diketahui juga menyerang dua perempuan lain pada hari yang sama.

Sheinbaum melaporkan kejadian itu kepada kepolisian dengan tuduhan pelecehan. Dia menyebut pelaporan itu bukan semata untuk dirinya melainkan agar perempuan lain di Meksiko tidak merasa sendirian.

Sang Presiden juga memerintahkan peninjauan ulang atas aturan yang berbeda-beda di 32 negara bagian Meksiko terkait kekerasan dan pelecehan seksual sekaligus mengusulkan agar seluruh pelaku kekerasan seksual dijatuhi hukuman penjara tanpa pengecualian.

Presiden Sheinbaum turut menegaskan pentingnya membangun sistem pelaporan yang cepat dan efektif agar korban mendapat keadilan yang nyata.

“Harus ada institusi dan pemerintahan yang benar-benar berpihak pada korban,” ujarnya.

Kekerasan seksual di ruang publik Meksiko sedemikian meluas hingga pemerintah kota memperkenalkan gerbong khusus perempuan di jaringan transportasi metro.

Sepanjang tahun ini, Kementerian Urusan Perempuan mencatat lebih dari 25 ribu laporan kasus kekerasan seksual. Namun, angka itu sebenarnya diyakini jauh lebih besar karena sebagian besar korban memilih diam. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik