Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TENTARA Israel menewaskan 100 warga Palestina, termasuk setidaknya 35 anak-anak, di Jalur Gaza, sejak Selasa malam (28/10). Ini jelas melanggar perjanjian gencatan senjata. Demikian menurut petugas medis, Anadolu melaporkan.
"Serangan Israel menghantam rumah-rumah, tenda-tenda yang menampung warga sipil yang mengungsi, kendaraan, tempat penampungan, dan rumah sakit di dalam area yang disebut Garis Kuning," kata petugas medis kepada Anadolu.
Garis kuning mengacu pada zona yang ditarik pasukan Israel berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Ini partisi fisik yang membentang melalui Jalur Gaza, membagi wilayah Palestina menjadi dua, dan terletak di dalam Gaza, di selatan Kota Gaza dan utara Khan Younis.
Di Gaza utara, tentara Israel menargetkan sekolah yang diubah menjadi tempat penampungan di suatu daerah Beit Lahia, menewaskan tiga warga sipil dan melukai lainnya.
Tentara Israel menembaki dua rumah di lingkungan Al-Nasr dan kamp pengungsi Shati di Kota Gaza barat, di utara, menewaskan delapan orang.
Serangan terbaru Israel pada Rabu (29/10) pagi menghantam masjid yang menampung para pengungsi di lingkungan Sabra, Kota Gaza, menurut saksi mata kepada Anadolu.
Dua orang tewas, 10 orang terluka di lingkungan Zeitoun, Kota Gaza, dan sejumlah warga sipil masih hilang di bawah reruntuhan rumah yang menjadi sasaran serangan tentara. Beberapa lain terluka dalam serangan lain di barat daya lingkungan Zeitoun.
Seorang ibu Palestina dan anaknya tewas oleh tentara Israel di lingkungan Tel al-Hawa, Kota Gaza.
Di Jalur Gaza bagian tengah, empat orang tewas setelah serangan Israel menghantam tenda mereka di Deir al-Balah.
Enam orang tewas dan banyak lainnya terluka ketika pesawat Israel menghantam sekolah yang diubah menjadi tempat penampungan dan rumah di kamp pengungsi Bureij.
Lima orang lain juga tewas dalam serangan yang menargetkan beberapa rumah di kamp pengungsi Nuseirat. (MEM/I-2)
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa ia diberi tahu bahwa pembunuhan para demonstran di Iran telah dihentikan.
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
TAHAP selanjutnya dari rencana perdamaian Jalur Gaza, Palestina, yang disponsori Amerika Serikat (AS) melibatkan pembentukan Dewan Perdamaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved