Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez menyebutkan bahwa pemimpin ototritas Israel Benjamin Netanyahu berbohong soal program nuklir damai Iran selama lebih dari 30 tahun.
"Netanyahu dan para pendukungnya sudah berbohong selama 30 tahun lebih tentang Iran yang diduga memiliki senjata nuklir," kata Rodriguez lewat unggahannya di akun X miliknya, Senin (30/6).
Ia menambahkan bahwa yang jelas niat Israel adalah melibatkan pemerintah Amerika Serikat secara militer untuk menghancurkan satu negara kuno yang secara historis mendukung pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Pada 13 Juni rezim Zionis Israel melancarkan perang yang tidak beralasan terhadap Iran dengan dalih menghancurkan program nuklir sipil Teheran.
Akibatnya, lebih dari 900 orang, termasuk komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil meninggal dunia dalam agresi tersebut.
Republik Islam itu kemudian melakukan serangan balasan dengan meluncurkan Operasi True Promise III yang mencakup 22 serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah target di seluruh wilayah pendudukan. (IRNA/Sputnik-OANA/Ant/I-2)
Di balik tirai hitam klub mewah Mar-a-Lago, Donald Trump memimpin serangan ke Iran yang menewaskan Ali Khamenei sambil tetap menghadiri gala amal.
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut risiko serangan AS ke Iran tidak hanya berasal dari sentimen pasar tetapi juga dari potensi gangguan jalur energi dan perdagangan global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer negaranya akan terus berlangsung dengan kekuatan penuh.
DUNIA internasional dikejutkan oleh eskalasi besar di Timur Tengah pada awal Maret 2026.
KETEGANGAN antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik puncak setelah upaya diplomasi terakhir di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan.
Penjaga pantai Kuba menembak mati 4 warga Kuba yang menetap di AS dalam insiden speedboat berbendera Florida.
Otoritas Kuba merilis detail identitas 10 orang di speedboat Florida yang terlibat baku tembak. Ditemukan senapan serbu hingga bom Molotov untuk misi infiltrasi.
Wakil Presiden AS JD Vance mengonfirmasi Gedung Putih tengah memantau ketat insiden penembakan speedboat berbendera Florida oleh pasukan perbatasan Kuba.
Jaksa Agung Florida memulai investigasi atas insiden penembakan speedboat terdaftar AS oleh penjaga pantai Kuba yang menewaskan empat orang.
Empat orang tewas dan enam lainnya luka-luka setelah speedboat berbendera AS terlibat kontak senjata dengan penjaga perbatasan Kuba di dekat Cayo Falcones.
Presiden Donald Trump melabeli Kuba sebagai 'negara gagal' di tengah krisis energi. Namun, ia membantah rencana penggulingan rezim seperti di Venezuela.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved