Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI Qatar saat ini mulai berangsur normal setelah serangan rudal yang diluncurkan Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid pada Senin (23/6) malam waktu setempat.
Qatar menjadi sempat terseret dalam meningkatnya eskalasi antara Iran-Israel. Hubungan yang meningkat itu diperparah dengan Amerika Serikat (AS) yang ikut campur dengan menyerang fasilitas nuklir milik Iran.
Iran pun tak mau tinggal diam dengan menyerang pangkalan militer milik AS, Al Udeid, di Qatar. Pascagencatan senjata, bahkan setelah penyerangan Iran ke Al Udeid, situasi di Qatar pun mulai berangsur-angsur membaik.
Itu semua dikatakan Duta Besar RI untuk Qatar, Ridwan Hassan, kepada jurnalis Media Indonesia, Rama Kamil. Berikut petikan wawancara tersebut yang berlangsung pada Rabu (25/6).
Apakah sebelumnya mewaspadai akan meningkatnya eskalasi antara Iran-Israel?
Kemarin itu satu hal yang di luar dugaan. Jadi konflik di Timur Tengah ini memang sudah lama yang menyangkut Israel-Palestina. Intinya kan begitu, bahkan Israel ini kan kita tahu dia terus melebar ke mana-mana.
Setelah eskalasi meningkat, bahkan AS ikut menyerang Iran?
Nah, pada saat AS menyerang Iran, tingkat kekhawatiran mulai tinggi. Kalau tadi Iran hanya menyerang Israel, sekarang dia diserang Amerika. Dia akan balas juga Amerika. Bagaimana dia membalasnya? Ke Amerika jauh kan.
Apakah tidak timbul kekhawatiran mengingat ada pangkalan militer Amerika di Qatar?
Di sini kan banyak sekali pangkalan-pangkalan atau kepentingan-kepentingan atau aset-aset Amerika Serikat. Dan salah satunya adalah pangkalan Angkatan Udara Militer Amerika di Qatar. Ini punya potensi untuk diserang. Pada titik itu, kita dan masyarakat sudah mulai ada rasa khawatir.
Setelah muncul kekhawatiran itu, langkah apa yang dilakukan?
Kami alhamdulillah antisipasi kan. Antisipasi kita ada pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat Indonesia. Jadi masyarakat kita kan jumlahnya sekitar 25 ribu. Nah, kita bertukar pikiran untuk kemaslahatan.
Bagaimana situasi saat pascapenutupan udara di wilayah Qatar, tidak timbul kepanikan?
Jadi pas maghrib ketika kita kumpul di sini tiba-tiba ada berita ruang udara Qatar sudah ditutup. Kita ikuti kalau ditutup berarti ada pengamanan. Kira-kira satu jam kemudian setelah ditutup, penembakan rudal tampak di atas langit.
Setelah dikonfirmasi bahwa Iran menyerang pangkalan udara Al Udeid, bagaimana situasinya?
Dari sekian banyak yang ditembakkan itu, mungkin satu-dua yang bisa mencapai sasaran tanpa menimbulkan korban. Lokasi Al Udeid jauh di luar kota Doha sekitar 45 kilometer lebih sampai dengan 50 kilometer.
Apakah di sekitar daerah Al Udeid tidak ada warga negara Indonesia saat terjadi serangan?
Jadi sempat ada warga kita tinggal di sekitar situ tetapi sudah bergeser ke lebih dekat kota Doha.
Saat penyerangan itu, apakah melihat atau mendengar suara ledakan yang bersumber dari rudal yang dikirim Iran?
Kami berdiri di luar ketika sudah ditembak. Ada suara bum jatuh di sana 45 kilometer dan di daerah yang sudah aman. Nah kemudian pemerintah juga memberikan imbauan untuk tetap tenang dan mereka buktikan The show must go on. The light must go on.
Saat penutupan udara oleh pemerintah Qatar, adakah WNI yang terjebak di dalam bandara?
Banyak yang menghubungi. Kita berikan imbauan stay calm, stay safe, di dalam bandara. Karena kita yakin Iran enggak akan menyerang itu. Karena Iran bilang clear, dia tidak menyerang negara tersebut, tetapi yang dia akan serang adalah kepentingan Amerika di tempat itu.
Apakah pihak KBRI Qatar sempat menyiapkan skema-skema tertentu jika kondisi tidak membaik?
Tentu kita sudah punya, ada contingency plan. Kita punya contingency plan. Kita tahu pada titik apa, langkah apa yang harus kita lakukan.
Apa dampak setelah serangan itu dan bagaimana kondisi saat ini?
Yang bermasalah adalah dampak dari penutupan ruang udara yang berlangsung sekitar 6-7 jam di bandara. Di sini, di kota sudah selesai (kondusif). Cuma memang siswa sekolah sebagian diliburkan pada keesokan hari. Tapi hari ini sudah back to normal. (I-2)
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Donald Trump kembali enggan menjelaskan langkah AS terkait Greenland, namun memberi sinyal peluang kesepakatan di Davos. Denmark memperingatkan risiko terhadap NATO.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Buntut ancaman Trump soal Greenland, Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan tarif Juli lalu. Ancaman perang dagang kembali hantui pasar global.
USKUP Agung Katolik untuk dinas militer AS mengatakan bahwa secara moral dapat diterima untuk tidak mematuhi perintah jika pasukan menganggap perintah bertentangan dengan hati nurani mereka.
PRESIDEN Donald Trump memperjelas selama berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun bahwa ia termotivasi secara unik oleh keinginan untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Perdana Menteri Store menegaskan bahwa pemerintah Norwegia tidak memiliki kewenangan dalam penentuan penerima Hadiah Nobel Perdamaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved