Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN media sosial milik Elon Musk, X (dulu dikenal sebagai Twitter), menggugat negara bagian New York atas undang-undang baru. Undang-undang yang mewajibkan platform digital mengungkap bagaimana mereka memantau ujaran kebencian, ekstremisme, dan konten sensitif lainnya.
Dalam gugatan yang diajukan Selasa (waktu setempat), X menilai aturan tersebut memaksa perusahaan untuk membuka informasi terkait "ungkapan yang sangat sensitif dan kontroversial"—yang menurut mereka dilindungi oleh Amendemen Pertama Konstitusi AS mengenai kebebasan berpendapat.
Gugatan ini menyebut Jaksa Agung New York, Letitia James sebagai tergugat, karena ia bertanggung jawab menegakkan undang-undang tersebut.
Dalam pernyataannya, X menegaskan penentuan batasan konten di platform digital merupakan wilayah yang diperdebatkan secara wajar, dan bukan ranah intervensi pemerintah.
Aturan yang dipermasalahkan, bernama Stop Hiding Hate Act, disahkan pada Desember lalu. Undang-undang ini mengharuskan platform media sosial untuk secara transparan menjelaskan kebijakan mereka dalam menangani ujaran kebencian serta melaporkan kemajuan mereka.
Namun, dua legislator New York yang menggagas aturan ini—Senator Brad Hoylman-Sigal dan Assemblymember Grace Lee—menyebut platform seperti X sebagai "sarang ujaran kebencian", dan menyatakan bahwa hukum ini tidak melanggar kebebasan berekspresi.
"Platform seperti X secara konsisten gagal memberi informasi kepada publik tentang kebijakan mereka terkait kebencian dan misinformasi," ujar keduanya dalam pernyataan tertulis.
Gugatan ini muncul sembilan bulan setelah X berhasil menggagalkan undang-undang serupa di California yang mewajibkan perusahaan media sosial besar menyerahkan laporan tentang kebijakan moderasi konten mereka.
X mengutip kemenangan tersebut dalam dokumen gugatannya, sekaligus mengkritik legislatif New York karena tidak merevisi bahasa hukum mereka meski aturan California sebagian besar dibatalkan.
Sejak diakuisisi Elon Musk pada 2022, platform X telah memangkas sejumlah besar kebijakan moderasi konten. Menurut Profesor Laura Edelson dari Northeastern University, Musk juga mengurangi sumber daya untuk menegakkan aturan yang masih berlaku, termasuk soal spam.
“Inilah mengapa, meskipun aturan spam tidak berubah, kini kita melihat spam jauh lebih banyak di X dibanding sebelumnya,” jelas Edelson.
Tahun lalu, seorang hakim federal juga menolak gugatan Musk terhadap sebuah lembaga riset yang mendokumentasikan peningkatan ujaran kebencian di platform tersebut.
Baik kantor Jaksa Agung New York maupun pihak X belum memberikan komentar atas gugatan ini hingga berita ini diturunkan. (BBC/Z-2)
UU ITE 2024 tidak menghapus sanksi pidana bagi penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Regulasi baru justru memperjelas batasan jenis kebohongan digital
Kepolisian mengungkap motif ekonomi di balik tindakan Adimas Firdaus alias Resbob yang menghina suku Sunda saat melakukan siaran langsung di media sosial.
Kepolisian Daerah Jawa Barat resmi menetapkan YouTuber Muhammad Adimas Firdaus, yang dikenal dengan nama Resbob, sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian
Adimas Firdaus, atau yang dikenal dengan nama Resbob, sempat berupaya berupaya melarikan diri setelah tersandung kasus ujaran kebencian
Polda Jabar menekankan, dugaan ujaran kebencian yang dilontarkan pelaku dalam tayangan media sosialnya telah menimbulkan keresahan serta reaksi luas di tengah masyarakat.
Resbob ditetapkan sebagai tersangka karena konten siaran langsung (live streaming) di kanal YouTube miliknya yang memicu kegaduhan.
Konten di media sosial bisa berupa teks, foto, video, suara, atau siaran langsung, dan interaksi dilakukan melalui like, komentar, share, atau pesan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Kemkomdigi bergerak cepat merespons keresahan publik terkait isu dugaan kebocoran data pengguna Instagram dan keamanan fitur reset kata sandi.
Sedang mencari kata kata gamon yang mewakili perasaanmu? Temukan kumpulan caption gagal move on paling menyentuh dan aesthetic untuk media sosial di sini.
DENSUS 88 Antiteror mengidentifikasi sekitar 70 anak di Indonesia terpapar ideologi kekerasan ekstrem.
Densus 88 Antiteror Polri merilis daftar 27 grup media sosial yang menyebarkan ideologi ekstrem seperti Neo Nazi kepada anak-anak. Simak daftarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved