Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus Adat Toraja

Siti Yona Hukmana
02/2/2026 19:56
Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus Adat Toraja
Pandji Pragiwaksono.(MGN)

KOMIKA Pandji Pragiwaksono mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan bersama kuasa hukumnya Haris Azhar pada Senin (2/2) siang. Kedatangan Pandji dalam rangka memenuhi panggilan pemeriksaan terkait kasus adat Toraja.

Pemeriksaan ini perdana ia jalani usai dilaporkan Aliansi Pemuda Toraja pada 3 November 2025. Namun, panggilan pemeriksaan telah dilayakan dua kali. Pandji baru bisa memenuhi panggilan hari ini, karena pada panggilan pertama tengah berada di luar negeri.

"Ini dapat panggilan terkait kasus Toraja,” kata Pandji di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/2).

Pandji telah selesai menjalani pemeriksaan. Penyelidik memeriksa Pandji dari pukul 10.30 WIB dengan total 48 pertanyaan.

"Empat puluh delapan pertanyaan, seputar materi video stand up Toraja,” ujar Pandji.

Kemudian, Pandji mengaku telah meminta maaf atas materi komedinya yang menyingung masyarakat Toraja. Namun, ia mengaku akan kooptasi menjalani proses hukum.

"Sebenarnya permintaan maaf sudah pernah dilakukan. Sudah ada bisa dilihat publik juga. Tapi ya ini mungkin meluruskan laporan aja kali ya. Jadi saya mengikuti prosesnya aja," pungkas Pandji.

Sebelumnya, Aliansi Pemuda Toraja melaporkan Pandji ke Bareskrim Polri terkait dugaan penghinaan dan/atau ujaran kebencian bermuatan SARA terhadap masyarakat Toraja. Laporan tersebut dibuat menyusul kembali viralmya materi stand up komedi Pandji tahun 2013 di media sosial. Materi itu dinilai telah menyinggung adat dan budaya Toraja.

Pandji pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Toraja setelah ia menerima banyak protes dan kemarahan terkait sebuah joke dalam pertunjukan Mesakke Bangsaku tahun 2013. Ia mengaku sudah membaca dan menerima semua protes serta surat yang ditujukan kepadanya.

Bahkan, Pandji juga berdialog dengan Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Dalam pembicaraannya lewat telepon, Rukka disebut menceritakan dengan sangat indah tentang budaya Toraja, maknanya, nilainya, dan kedalamannya.

"Dari obrolan itu, saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai," kata Panjdi dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, pada Selasa, 4 November 2025. (Yon/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya