Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL melancarkan serangan udara ke Iran pada Jumat (13/6). Tel Aviv mengungkap kekhawatiran soal program nuklir Iran yang menjadi dalih untuk melakukan serangan lebih dulu.
Militer Israel menyebut memiliki intelijen yang menunjukkan program nuklir Iran semakin berkembang maju. Akumulasi uranium yang diperkaya dalam jumlah besar ditambah fasilitas pengayaan yang tersebar di bawah tanah dinilai memungkinkan Iran untuk membuat senjata nuklir dalam waktu singkat dan dinilai mendekati titik tanpa jalan kembali.
Juru Bicara Militer Israel Brigadir Jenderal Effie Defrin mengungkap jet-jet tempur Israel turut menyerang dan merusak sistem pertahanan udara Iran. Menurutnya, Iran menghadirkan tiga bentuk ancaman besar terhadap Israel. Dia menyebut dugaan ada program rahasia yang dijalankan oleh Teheran.
"Pertama, adalah upaya Iran berlomba menuju bom nuklir," ujarnya.
"Sebagai bagian dari program ini, ilmuwan nuklir senior Iran diam-diam melakukan eksperimen untuk mengembangkan seluruh komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan senjata nuklir," ujar Defrin.
Kedua, Iran disebut sedang membangun ribuan rudal balistik dan memiliki rencana untuk melipatgandakan jumlahnya.
Ketiga, Iran terus membiayai, mempersenjatai, dan mengarahkan kelompok-kelompok proksi di seluruh Timur Tengah yang diklaim bertujuan menyerang Israel.
Militer Israel juga mengklaim memeroleh bukti dokumen internal Iran yang menunjukkan sebuah rencana strategis bertajuk Rencana Penghancuran Israel.
“Tujuan dari operasi kami adalah untuk menghapus ancaman ini,” imbuh Defrin. (I-3)
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved