Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PEJABAT militer Israel mengatakan tidak ada pembatasan untuk mengebom rumah-rumah di Jalur Gaza, Palestina. Ini ditegaskan setelah beberapa hari saluran TV sayap kanan terkemuka mengeklaim bahwa penasihat hukum militer negara itu mencegah serangan udara terhadap suatu gedung--tempat empat tentara kemudian tewas--karena risiko membunuh warga sipil Palestina.
Dalam beberapa jam setelah kematian tersebut, Channel 14 Israel, jaringan sayap kanan yang disukai oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengeklaim bahwa advokat militer Israel bertanggung jawab atas kematian tersebut.
Saluran tersebut, yang berulang kali menggambarkan warga Palestina di Gaza sebagai 'binatang' yang harus dimusnahkan, melaporkan bahwa militer telah mengirim tentara ke dalam gedung tersebut daripada menargetkannya dengan serangan udara. Ini karena Advokat Militer Yifat Tomer-Yerushalmi telah mengubah protokol tentara untuk melarang serangan terhadap bangunan tersebut.
Dalam laporan yang disiarkan di televisi, Noam Amir dari Channel 14 berbicara dengan seorang perwira senior Israel yang mengeklaim bahwa bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai kompleks Hamas. Akan tetapi Tomer-Yerushalmi mencegah angkatan udara negara itu mengebom bangunan tersebut karena risiko kerusakan tambahan (collateral damage).
Tentara Israel cenderung menggunakan istilah kerusakan tambahan saat merujuk pada warga sipil Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel karena berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.
Menyusul laporan tersebut, kepala staf tentara Israel, Eyal Zamir, melancarkan serangan pedas terhadap Channel 14. Ia mengatakan bahwa ia menolak "serangan palsu, berulang, dan tidak berdasar mengenai perilaku advokat jenderal militer."
"Tidak ada arahan dari advokat jenderal militer untuk tidak menyerang bangunan yang runtuh dan menyebabkan kematian empat tentara di Khan Younis pada Jumat (6/6)," katanya.
"Klaim yang dibuat dalam konteks ini salah, jahat, dan sama sekali tidak berdasar."
Ia menambahkan bahwa pasukan Israel yang beroperasi di Gaza memiliki kebebasan operasional penuh untuk menghilangkan ancaman. (MEE/I-2)
KSrelief Arab Saudi resmikan dapur pusat di Gaza untuk sediakan 24.000 makanan harian selama Ramadan bagi pengungsi di Deir Al-Balah dan Al-Qarara.
Pasukan Indonesia akan dikerahkan ke Jalur Gaza mulai April 2026 sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional. Simak detail penempatannya di sini.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Menlu Sugiono tegaskan komitmen RI di Markas PBB New York. Dukung gencatan senjata Gaza & pastikan hak Palestina terjaga di Board of Peace (BoP).
Amerika Serikat akan mengalokasikan dana sebesar US$10 miliar untuk mendukung upaya rekonstruksi di Jalur Gaza melalui mekanisme Dewan Perdamaian.
Kepala UNDP Alexander De Croo memperingatkan pembersihan 61 juta ton reruntuhan Gaza butuh 7 tahun. Sekitar 90% warga hidup di kondisi ekstrem dan berbahaya.
Serangan Israel di Khan Younis tewaskan satu warga & lukai anak kecil. Pelanggaran gencatan senjata ini menambah daftar korban tewas menjadi 636 jiwa di Jalur Gaza.
Otoritas Israel batalkan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa dengan dalih konflik Iran. Imam Besar Al-Aqsa mengecam penutupan yang dianggap tidak berdasar tersebut.
Pasukan Israel serbu belasan desa di Ramallah, tahan satu pemuda, aniaya warga, hingga sita rumah dan uang tunai penduduk dalam operasi militer Kamis malam.
Bantuan ini merupakan aksi kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga filantropi Islam dalam merespons krisis kemanusiaan di Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji bagi warga terdampak konflik di Palestina.
Baznas kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Kali ini, bantuan yang disalurkan berupa pakaian dengan total 2.400 paket.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved