Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Lonjakan Terorisme Yahudi di Tepi Barat: Kecaman tanpa Hukuman

Wisnu Arto Subari
02/4/2026 12:56
Lonjakan Terorisme Yahudi di Tepi Barat: Kecaman tanpa Hukuman
Itamar Ben Gvir.(Al Jazeera)

KEKERASAN oleh pemukim ekstremis Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sejak dimulai perang dengan Iran. Sejumlah LSM dan tokoh oposisi mengecam ada atmosfer impunitas atau kebal hukum yang dinikmati para pelaku.

Meskipun fenomena yang disebut sebagai terorisme Yahudi itu menarik kecaman luas baik di dalam negeri Israel maupun internasional, sangat sedikit tindakan nyata yang dilakukan untuk meredamnya. Serangan-serangan ini berlangsung selama bertahun-tahun, sering kali diabaikan oleh arus utama masyarakat Israel.

Lonjakan Kekerasan dan Kritik Internal

Lonjakan kekerasan baru-baru ini memicu kritik dari rabi berpengaruh, pemimpin pemukim, hingga Kepala Militer Letnan Jenderal Eyal Zamir. Zamir mendeskripsikan serangan tersebut sebagai tindakan yang secara moral dan etika tidak dapat diterima.

Reem Cohen, peneliti dari Institute for National Security Studies (INSS) yang berbasis di Tel Aviv, menyatakan ada peningkatan signifikan dalam aksi terorisme Yahudi sejak perang dengan Iran dimulai. "Pemerintah Israel dan pasukan keamanan tidak merespons dengan ketegasan," tulis Cohen dalam laporannya.

Salah satu kebijakan kontroversial diambil oleh Menteri Pertahanan Israel Katz saat menjabat pada 2024, yakni membatalkan penahanan administratif bagi tersangka Israel yang melakukan kejahatan kekerasan di Tepi Barat, sementara kebijakan tersebut tetap diberlakukan bagi warga Palestina.

Data Kekerasan:
  • Sedikitnya enam warga Palestina tewas di Tepi Barat sejak awal Maret akibat kekerasan pemukim ekstremis.
  • Sebagai perbandingan, data PBB mencatat total lima kematian sepanjang tahun 2024.
  • INSS mencatat 90 persen kasus kekerasan pemukim di Tepi Barat ditutup tanpa dakwaan.

Dukungan Ideologis dan Politik

Israel menduduki Tepi Barat sejak 1967. Saat ini, lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di permukiman yang dianggap ilegal oleh PBB, di tengah sekitar tiga juta warga Palestina. Pembangunan permukiman ini meningkat pesat di bawah koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang mencakup partai-partai sayap kanan ekstrem.

Cohen menyebutkan bahwa kekerasan kini menjadi kejadian sehari-hari dengan, "Dukungan ideologis dari anggota pemerintah tertentu," merujuk pada menteri sayap kanan Itamar Ben Gvir dan Bezalel Smotrich. Yair Golan, ketua partai Demokrat yang berhaluan kiri, bahkan menuduh pemerintah, "Mendukung terorisme Yahudi," dan membahayakan keamanan Israel.

Fenomena 'Hilltop Youth'

Kelompok pemukim radikal yang dikenal sebagai Hilltop Youth menjalankan kebijakan price tag (label harga), yaitu serangan balas dendam acak terhadap warga Palestina. Media Israel Yedioth Ahronoth menjuluki mereka sebagai barbar perbukitan karena sering membakar rumah warga Palestina, mencabut pohon zaitun, dan membunuh ternak.

Sejak 7 Oktober, para pemukim mendirikan lebih dari 175 peternakan dan pos terdepan (outposts) di Tepi Barat dengan persetujuan diam-diam dari otoritas Israel. Meskipun ilegal menurut hukum Israel, pos-pos ini dimaksudkan untuk menciptakan fakta di lapangan dan sering kali menerima perlindungan dari tentara. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya