Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial melalui platform Truth Social pada Minggu (25/5) dini hari. Dalam unggahannya pukul 00.51 waktu setempat, Trump menuntut agar Universitas Harvard mengungkapkan daftar lengkap mahasiswa internasionalnya, termasuk nama dan negara asal kepada pemerintah AS.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Harvard, hampir 6.793 mahasiswa asing sedang menempuh pendidikan di universitas bergengsi tersebut atau sekitar 31% dari total populasi mahasiswa.
"Mengapa Harvard tidak mengatakan bahwa hampir 31% mahasiswanya berasal dari foreign lands atau tanah asing, tetapi negara-negara tersebut, beberapa sama sekali tidak bersahabat dengan Amerika Serikat, tidak membayar apapun untuk pendidikan mahasiswanya, dan mereka juga tidak pernah bermaksud untuk melakukannya," tulis Trump seperti dilansir The Independent, Senin (26/5).
"Kami ingin tahu siapa saja mahasiswa asing itu, permintaan yang wajar karena kami memberikan Harvard miliaran dolar, tetapi Harvard tidak mau memberikannya. Kami menginginkan nama dan negara tersebut," ucapnya.
Trump juga kembali mengkritik kebijakan penerimaan mahasiswa asing oleh perguruan tinggi di AS. Pada Kamis sebelumnya ia bahkan mencoba menghentikan penerimaan mereka serta mengancam mencabut status hukum para mahasiswa internasional yang masih tinggal di AS.
Pemerintah Trump sebelumnya memperingatkan bahwa pendanaan federal untuk Harvard bisa dicabut jika universitas tersebut tidak mematuhi sejumlah tuntutan, termasuk penghentian program keberagaman, pembubaran aksi demonstrasi pro-Palestina, serta pelaksanaan audit terhadap keragaman sudut pandang.
Namun pada Jumat (23/5), Hakim Distrik AS Allison Burroughs mengeluarkan perintah penangguhan sementara terhadap kebijakan Trump tersebut. Dia menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Konstitusi.
Burroughs menilai bahwa tindakan pemerintah bisa menyebabkan kerusakan langsung dan tak dapat diperbaiki pada institusi pendidikan tersebut.
Awal pekan ini, seorang hakim federal juga menghentikan sementara upaya pemerintah Trump untuk mencabut status hukum mahasiswa internasional secara nasional, selama proses hukum masih berlangsung.
Dukungan terhadap mahasiswa internasional Harvard datang dari berbagai kalangan, termasuk para dosen dan staf universitas. Pihak administrasi kampus pun menegaskan komitmennya untuk menjaga keberadaan mereka di kampus.
"Kami berkomitmen penuh untuk mempertahankan kemampuan Harvard dalam menampung mahasiswa dan akademisi internasional, yang berasal dari lebih dari 140 negara dan memperkaya universitas," ujar Jason Newton, Direktur Hubungan Media Harvard, pada Jumat (23/5).
"Kami bekerja cepat untuk memberikan bimbingan dan dukungan kepada anggota komunitas kami," lanjutnya.
"Tindakan balasan ini mengancam kerugian serius bagi komunitas Harvard dan negara kami serta merusak misi akademis dan penelitian Harvard," lanjutnya.
Sementara itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri menuduh Harvard telah menciptakan lingkungan kampus yang tidak aman dengan mengizinkan aksi kekerasan dan intimidasi terhadap individu, termasuk mahasiswa Yahudi, serta menilai kampus tersebut tidak lagi menjadi tempat belajar yang aman dan terhormat.
Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, bahkan menuduh Harvard mendorong kekerasan, menyebarkan antisemitisme, dan melakukan koordinasi dengan Partai Komunis Tiongkok. (I-2)
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Donald Trump menyebut negosiator Iran takut dibunuh rakyatnya sendiri jika mengaku berunding dengan AS. Di sisi lain, Iran sebut negosiasi adalah kekalahan.
Iran bantah klaim Donald Trump soal negosiasi damai. Dugaan manipulasi pasar mencuat setelah adanya lonjakan trading mencurigakan sebelum klaim Trump di media sosial.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Studi Harvard selama 43 tahun ungkap rutin minum 2-3 cangkir kopi atau teh sehari dapat kurangi risiko demensia dan melindungi fungsi otak dari kerusakan sel.
Perseteruan memanas, pemerintahan Trump resmi menggugat Harvard atas dugaan penghambatan investigasi hak sipil terkait proses penerimaan mahasiswa.
Duong menekankan pentingnya memperbaiki model pendidikan tenaga kesehatan dan perawatan yang ada saat ini
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Reese Witherspoon kembali mengunjungi Harvard, tempat karakter legendarisnya Elle Woods menimba ilmu di film Legally Blonde.
Profesor Harvard Avi Loeb memicu perdebatan setelah menyebut komet antarbintang 3I/ATLAS menunjukkan percepatan non-gravitasi misterius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved