Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
JD Vance mengatakan Rusia menuntut "terlalu banyak" dalam negosiasi dengan Ukraina, menandakan meningkatnya frustrasi dari Washington terhadap pembicaraan gencatan senjata untuk mengakhiri perang antara kedua negara tersebut.
Berbicara dalam konferensi keamanan yang dihadiri para pemimpin militer dan diplomatik senior di Washington, Wakil Presiden AS itu menyatakan Gedung Putih fokus mendorong kedua belah pihak untuk menggelar pembicaraan langsung. AS siap menarik diri jika sejumlah target tidak tercapai.
“Saya tidak akan mengatakan bahwa Rusia tidak tertarik untuk menyelesaikan konflik ini,” ujar Vance dalam wawancara di atas panggung bersama Presiden Dewan Keamanan Munich, Wolfgang Ischinger.
“Tapi yang saya katakan adalah, saat ini, Rusia menuntut sejumlah persyaratan tertentu, sejumlah konsesi tertentu untuk mengakhiri konflik. Kami pikir mereka meminta terlalu banyak. Oke?”
Saat dimintai tanggapan atas pernyataan itu pada Rabu malam, Presiden Donald Trump berkata, “Mungkin itu benar.”
“Kita berada pada titik di mana beberapa keputusan harus segera dibuat,” ujar Trump. “Saya tidak senang dengan ini… saya tidak senang.”
Para pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Vance dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, disebutkan semakin frustrasi terhadap sikap kaku Rusia dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang. Utusan Trump, Steve Witkoff, menggelar empat putaran pembicaraan langsung dengan Putin, namun belum membuahkan konsesi konkret dari pihak Rusia.
Dalam pernyataannya, Vance kembali menegaskan ancaman Gedung Putih akan “menarik diri jika [Trump] merasa tidak ada kemajuan.”
“Yang ingin kami capai sekarang adalah agar Rusia dan Ukraina setidaknya menyepakati panduan dasar untuk duduk bersama dan berbicara,” ujarnya. “Tentu saja, Amerika Serikat siap ikut serta dalam percakapan tersebut, namun sangat penting agar Rusia dan Ukraina mulai berbicara satu sama lain. Kami pikir itu adalah langkah besar selanjutnya yang ingin kami dorong.”
Setelah bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Vatikan bulan lalu, Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder kepada Rusia karena terus menggempur Kyiv dan kota-kota besar lainnya di Ukraina, meskipun sedang berlangsung pembicaraan menuju gencatan senjata permanen.
“Tidak ada alasan bagi Putin untuk menembakkan rudal ke wilayah sipil, ke kota dan desa, dalam beberapa hari terakhir,” tulis Trump kala itu. “Hal ini membuat saya berpikir mungkin dia memang tidak ingin menghentikan perang, dia hanya mempermainkan saya, dan harus dihadapi dengan cara berbeda.”
Pejabat tinggi Rusia terus mempertahankan posisi keras mereka, menuntut penarikan pengaruh NATO serta pembatasan keamanan Ukraina dan bahkan pengaruh atas politik dalam negerinya.
“Marco Rubio kemarin juga menyampaikan penilaian bahwa tim Amerika kini mulai memahami posisi Rusia dan akar penyebab dari situasi ini,” kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dalam wawancara di program Meet the Press pekan lalu. “Salah satu akar penyebabnya, selain NATO dan penciptaan ancaman militer langsung di perbatasan kami, adalah persoalan hak-hak minoritas nasional di Ukraina.”
Dalam wawancara pertamanya sejak lengser dari jabatan, mantan Presiden AS Joe Biden menuduh Trump melakukan “politik meredakan ala abad modern,” dan menyebut mengharapkan Ukraina menyerahkan wilayahnya demi menghentikan perang adalah hal yang “konyol.” (The Guardian/Z-2)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan lawatan ke AS pada 19 Februari 2026, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved