Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara akhirnya mengonfirmasi mengirimkan pasukan untuk bertempur bersama Rusia melawan Ukraina. Dalam sebuah laporan dari kantor berita negara KCNA, militer Pyongyang mengklaim tentara mereka membantu pasukan Rusia untuk "sepenuhnya pemimpin Kim Jong Un.
Ini terjadi hanya beberapa hari setelah Kepala Staf Rusia Valery Gerasimov memuji "kepahlawanan" pasukan Korea Utara selama kontra-serangan Rusia, yang merupakan pertama kalinya Moskow secara terbuka mengakui keterlibatan mereka.
Dia juga mengklaim Moskow telah merebut kembali kendali penuh atas wilayah Kursk barat negara itu, klaim yang dibantah Ukraina. Intelijen Korea Selatan dan Barat telah lama melaporkan Pyongyang mengirimkan ribuan pasukan ke Kursk tahun lalu.
Keputusan untuk mengerahkan pasukan tersebut sesuai dengan perjanjian pertahanan bersama antara Pyongyang dan Moskow, kata KCNA.
"Para pejuang yang berjuang untuk keadilan adalah pahlawan dan wakil kehormatan tanah air," kata Kim menurut KCNA.
Korea Utara dan Rusia menunjukkan "aliansi dan persaudaraan" mereka di Kursk, menambahkan bahwa "persahabatan yang dibuktikan dengan darah" akan sangat berkontribusi dalam memperluas hubungan mereka "dalam segala hal."
KCNA tidak menyebutkan apa yang akan terjadi pada pasukan Korea Utara setelah misi mereka di Kursk berakhir.
Laporan tentang pengerahan pasukan Korea Utara muncul pada bulan Oktober, setelah semakin eratnya hubungan bilateral antara Kim dan Putin. Ini termasuk penandatanganan kesepakatan di mana kedua pemimpin, Vladimir Putin dari Rusia dan Kim, sepakat untuk saling mendukung jika salah satu negara menghadapi "agresi."
Pada Januari, pejabat Barat mengatakan kepada BBC mereka mempercayai setidaknya 1.000 dari 11.000 pasukan yang dikirim dari Korea Utara telah tewas dalam waktu tiga bulan.
Pasukan Korea Utara, yang dilaporkan berasal dari unit "elit" bernama Storm Corps, dikatakan tidak siap menghadapi kenyataan peperangan modern.
"Ini adalah pasukan yang hampir tidak terlatih yang dipimpin oleh perwira Rusia yang mereka tidak mengerti," kata mantan komandan tank Angkatan Darat Inggris, Kolonel Hamish de Bretton-Gordon, awal tahun ini.
Meskipun demikian, komandan militer Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, sebelumnya juga memperingatkan bahwa pasukan Korea Utara menimbulkan masalah signifikan bagi para pejuang Ukraina di garis depan.
"Mereka sangat banyak. 11.000-12.000 tentara yang sangat termotivasi dan terlatih yang melakukan aksi ofensif. Mereka beroperasi berdasarkan taktik Soviet. Mereka mengandalkan jumlah mereka," kata jenderal tersebut kepada program berita TSN Tyzhden Ukraina. (BBC/Z-2)
Ukraina dan SpaceX resmi memblokir terminal Starlink milik Rusia. Akibatnya, sistem komunikasi militer Rusia di garis depan dilaporkan mengalami kegagalan fatal.
Serangan drone Rusia di Ukraina timur menewaskan 12 penambang dan menghantam rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di tengah suhu ekstrem dan penundaan perundingan damai.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Ketegangan baru pecah setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang kediaman Putin dengan 91 drone. Zelensky membantah dan sebut Moskow ingin sabotase perdamaian.
Utusan AS Steve Witkoff bertemu dengan perwakilan Rusia dan Ukraina di Florida guna mematangkan 20 poin rencana damai Donald Trump untuk mengakhiri perang.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved