Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) memberi peringatan keras kepada negara atau perusahaan yang mengirimkan minyak ke pelabuhan-pelabuhan Yaman yang dikuasai kelompok Houthi. Ancaman terbaru ini merupakan bagian dari upaya AS membatasi pendanaan dan pasokan bahan bakar bagi Houthi.
"AS tidak akan menoleransi negara atau entitas komersial manapun yang memberikan dukungan kepada organisasi teroris asing seperti Houthi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tammy Bruce, dikutip dari Anadolu, Kamis (10/4).
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan Perintah Eksekutif 14175 yang menyatakan aktivitas Houthi mengancam keamanan personel AS, mitra regional, dan stabilitas perdagangan maritim global. Trump mengancam akan memusnahkan Houthi sepenuhnya.
Kelompok tersebut menargetkan kapal-kapal yang melintas di Laut Merah dan Teluk Aden sejak November 2023. Laut Merah merupakan rute penting untuk pengiriman minyak global, sehingga gangguan terhadap pelayaran di wilayah tersebut berdampak signifikan terhadap ekonomi dunia.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menolak untuk mengesampingkan kemungkinan mengambil tindakan militer terhadap Iran saat para pejabat seniornya bersiap untuk mengadakan pembicaraan dengan mitra mereka di Iran mengenai program nuklir Teheran.
"Jika itu membutuhkan militer, kami akan mengerahkan militer. Israel jelas akan sangat terlibat dalam hal itu, Israel akan jadi pemimpinnya. Tetapi tidak ada yang memimpin kami. Kami melakukan apa yang ingin kami lakukan," katanya kepada wartawan di Gedung Putih.
Ia menambahkan pembicaraan pada Sabtu nanti akan menandai dimulainya apa yang disebutnya sebagai "proses." Dia mengaku tidak memiliki jadwal kapan pembicaraan harus berakhir tetapi mengatakan penentuannya tentang kapan waktu akan habis akan didasarkan pada "perasaan."
"Kami punya sedikit waktu, tetapi kami tidak punya banyak waktu, karena kami tidak akan membiarkan mereka memiliki senjata nuklir, dan kami akan membiarkan mereka berkembang," katanya.
"Saya ingin mereka berkembang. Saya ingin Iran menjadi hebat. Satu-satunya hal yang tidak dapat mereka miliki adalah senjata nuklir. Mereka memahami itu," katanya lagi.
Adapun Iran menolak adanya perundingan tatap muka, tetapi membuka kemungkinan diadakannya perundingan tidak langsung dengan melibatkan negara lain sebagai penengah. Iran menilai, Oman adalah salah satu kandidat kuat yang layak bertindak sebagai penengah.
Di sisi lain, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi baru yang menargetkan program nuklir Iran. Sedikitnya lima entitas dan satu individu yang berbasis di Iran menjadi subjek sanksi.
“Lima entitas dan satu individu yang berbasis di Iran sebagai subjek sanksi karena mendukung entitas utama yang mengelola dan mengawasi program nuklir Iran, termasuk Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) dan anak usahanya, Iran Centrifuge Technology Company (TESA).” (Ant/I-1)
TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
KELOMPOK separatis di Yaman menegaskan tidak akan menarik pasukan dari wilayah yang telah mereka kuasai meski mendapat tekanan dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Saudi menyatakan penyesalannya atas tekanan UEA terhadap pasukan Dewan Transisi Selatan untuk melakukan operasi militer di perbatasan selatan.
MILITER Arab Saudi menyatakan bahwa angkatan udaranya menargetkan pengiriman senjata yang tiba di kota pelabuhan Yaman dari Uni Emirat Arab (UEA).
Kepala Staf Gabungan Angkatan Udara AS Jenderal Dan Caine menyatakan operasi gabungan AS-Israel di Iran bertujuan melindungi diri dan mitra regional, mencegah proyeksi kekuatan Iran.
Jenderal Dan Caine menyatakan operasi gabungan AS-Israel di Iran bukan misi semalam dan memperkirakan kerugian tambahan bagi pasukan AS.
Pangkalan militer Diego Garcia, milik Inggris dan AS, terletak di Kepulauan Chagos, Samudra Hindia, sekitar 2.000 km selatan Sumatra.
Presiden AS Donald Trump mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena lambat menyetujui penggunaan pangkalan Diego Garcia untuk operasi militer ke Iran.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan Iran menolak negosiasi dengan AS.
Korps Garda Revolusi Iran menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan markas Angkatan Udara Israel dengan rudal Khyber.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved