Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas upaya politik dan diplomatik untuk mengakhiri konflik di Ukraina.
Dalam konferensi pers di Kyiv setelah pertemuan dengan Odile Renaud-Basso, presiden Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD), Zelenskyy menuduh Putin takut berbicara dengannya tentang upaya mengakhiri perang.
"Presiden AS (Donald) Trump, dan negara-negara Uni Eropa percaya bahwa diplomasi tidak mungkin dilakukan tanpa Rusia, tanpa Putin. Itulah sebabnya saya katakan bahwa saya siap (bertemu dengannya) jika kita dapat sepakat tentang bagaimana perang ini akan berakhir bagi kita," kata Zelensky seperti dilansir Anadolu, Jumat (7/2).
Dirinya mengaku siap untuk diplomasi, tidak mendapatkan kendala dalam hal itu tetapi dia menilai justru Putin tidak sependapat dengannya.
"Masalahnya adalah tampaknya Putin pada dasarnya takut berbicara kepada saya tentang mengakhiri perang," ujarnya
Terkait dengan dekrit Ukraina yang melarang segala perundingan damai dengan Rusia saat Putin menjabat sebagai presiden, yang ditandatangani sendiri oleh Zelenskyy pada tahun 2022, pemimpin Ukraina tersebut mengeklaim bahwa hal itu tidak berlaku untuknya.
Terkait laporan media tentang rencana AS untuk mengakhiri perang di Ukraina, dia hanya menyebut akan ada kerja sama.
"Saya yakin tim kami (AS-Ukraina) akan bekerja sama. Tidak ada rencana lain," sebut Zelenskyy.
Ia juga menekankan bahwa Kyiv sedang berkoordinasi secara resmi dengan Washington, termasuk mengenai rencana perdamaian.
Beralih ke pertemuan dengan Renaud-Basso, Zelenskyy mengatakan mereka membahas bantuan keuangan Uni Eropa untuk Ukraina.
Sementara itu, Presiden EBRD mengatakan bank yang dipimpinnya saat ini telah memberikan bantuan keuangan senilai €6,2 miliar (US$6,5 miliar) kepada Ukraina sejak 2022 dan berencana untuk terus berinvestasi di sektor energi dan swasta. (Fer/P-3)
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
MEMASUKI tahun kelima invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, belum ada tanda-tanda penyelesaian perang ini yang stabil.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Serangan drone Rusia di Ukraina timur menewaskan 12 penambang dan menghantam rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di tengah suhu ekstrem dan penundaan perundingan damai.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Kota pelabuhan Odesa kembali membara akibat serangan drone semalam. Satu orang dilaporkan tewas di tengah upaya negosiasi damai yang masih buntu.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Donald Trump desak Putin akhiri perang setelah Rusia melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Kyiv, melanggar janji jeda serangan di musim dingin.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved