Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (3/11) menyatakan negaranya akan merespons serangan terbaru Israel ke wilayahnya. Namun bentuk dan intensitas respons itu dapat berubah jika Israel menghentikan agresi di kawasan tersebut dan menyetujui gencatan senjata.
Pezeshkian menyampaikan hal tersebut dalam rapat kabinet di ibu kota, Teheran. Ia menjelaskan bahwa pemimpin dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa berjanji kepada Iran bahwa mereka akan mengumumkan gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina, jika Teheran menahan diri dari merespons pembunuhan Ismail Haniyeh, pemimpin politik kelompok Palestina Hamas, pada Juli.
Menurut Pezeshkian, Israel, "Berusaha memprovokasi perang dengan membunuh Haniyeh pada hari pertama pemerintahan kami bertugas."
Pezeshkian mengatakan Iran telah menahan diri berdasarkan saran sejumlah negara. Harapannya, tercapai gencatan senjata dan penghentian pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak yang tidak bersalah.
Menegaskan kembali niat Iran untuk merespons serangan Israel, Pezeshkian mengatakan, "Jika mereka mempertimbangkan kembali tindakan mereka, menyetujui gencatan senjata, dan menghentikan pembunuhan terhadap rakyat tertindas dan tak berdosa di kawasan ini, hal ini dapat memengaruhi jenis dan intensitas respons kami."
Pada Sabtu, 26 Oktober, militer Israel mengumumkan telah melancarkan serangan selama empat jam ke Iran. Ini dikonfirmasi oleh pihak Iran yang mengeklaim berhasil menggagalkan upaya entitas Zionis untuk menyerang beberapa titik di Teheran dan seluruh negara.
Namun serangan tersebut mengakibatkan tewasnya empat tentara Iran, menurut pernyataan resmi. Sejak saat itu, Israel meningkatkan level kewaspadaan dan mengerahkan sistem pertahanan udara THAAD Amerika Serikat, demi mengantisipasi respons dari Iran.
Pada Sabtu (2/11), Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berjanji akan memberikan respons keras terhadap AS dan Israel atas tindakan mereka terhadap Teheran.
Di hadapan kelompok besar siswa di ibu kota, Khamenei mengatakan, "Kami pasti melakukan segala hal yang diperlukan untuk mempersiapkan bangsa Iran melawan kesombongan, baik dalam kesiapan militer, persenjataan, maupun tindakan politik, dan para pejabat kami saat ini terlibat dalam hal tersebut."
Serangan terbaru Israel pada Sabtu (26/10) dilakukan untuk membalas lebih dari 180 roket yang dikirimkan Iran ke arah Israel pada awal Oktober. Serangan Iran disebut Teheran sebagai balas dendam atas pembunuhan Haniyeh, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dan komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Abbas Nilforoushan.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah melakukan yang oleh banyak orang dianggap sebagai genosida di Gaza, menewaskan lebih dari 43.300 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, dengan lebih dari 10 ribu orang hilang.
Israel terus melakukan serangan, mengabaikan tuntutan Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikan serangan tersebut dan perintah Pengadilan Internasional untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah genosida serta memperbaiki situasi kemanusiaan yang sangat buruk di Gaza. (Ant/Z-2)
Istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia menurut kantor berita Mehr, di tengah memanasnya konflik antara Iran, AS, dan Israel.
Donald Trump ungkap Iran dua kali coba bunuh dirinya sebelum Ali Khamenei tewas dalam operasi militer AS-Israel. Simak detail suksesi kepemimpinan Iran.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Di balik tirai hitam klub mewah Mar-a-Lago, Donald Trump memimpin serangan ke Iran yang menewaskan Ali Khamenei sambil tetap menghadiri gala amal.
PM Libanon Nawaf Salam, mengecam keras aksi peluncuran roket dari wilayah Libanon selatan menuju Israel yang terjadi pada Senin (2/3/2026).
Sebanyak sembilan orang dilaporkan tewas dan 40 lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan antara aparat kepolisian dan pengunjuk rasa Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan.
Akademisi University of Tehran menyebut Iran memfokuskan serangan pada kepentingan AS dan infrastruktur energi di Teluk untuk menekan Washington, seperti disampaikan kepada Al Jazeera.
Istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia menurut kantor berita Mehr, di tengah memanasnya konflik antara Iran, AS, dan Israel.
Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps mengancam meluncurkan rudal ke Siprus di tengah eskalasi konflik Iran-AS-Israel. Jerman bersiap mengevakuasi warganya dari kawasan Timur Tengah.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
Perang total yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran memasuki hari ketiga dengan dampak kemanusiaan dan ekonomi yang kian mengerikan.
AS instruksikan warga dan personel misi berlindung di Irak akibat ancaman milisi pro-Iran. Ketegangan meningkat di Libanon, Israel serang target Hizbullah di Beirut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved