Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSATUAN Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) mengutuk serangan Israel menjelang fajar terhadap Iran. IUMS menyebutnya sebagai tindakan kriminal yang mengancam akan memicu konflik regional yang lebih luas.
Kelompok tersebut mempertanyakan serangan memalukan yang dilakukan komunitas internasional dalam menghadapi tirani entitas Zionis dan mendesak negara-negara Islam serta masyarakat untuk segera mengambil tindakan guna melawan agresi tersebut.
Sementara Uni Eropa mendesak pemerintah Islam dan internasional untuk mengambil tindakan tegas dan segera untuk mencegah bencana kemanusiaan yang membahayakan perdamaian dan keamanan internasional.
Sebelumnya, Israel menyerang sasaran militer di Iran dengan serangan udara menjelang fajar pada Sabtu sebagai pembalasan atas rentetan rudal balistik yang ditembakkan Republik Islam ke Israel awal bulan ini.
Ini pertama kali militer Israel menyerang Iran secara terbuka. Militer Israel mengatakan pesawatnya menargetkan fasilitas yang digunakan Iran untuk menembakkan rudal ke Israel serta lokasi rudal permukaan-ke-udara.
Yang terpenting, tidak ada indikasi bahwa situs minyak atau nuklir Iran diserang.
Iran bersikeras bahwa serangan tersebut hanya menyebabkan kerusakan terbatas dan media pemerintah Iran meremehkan serangan tersebut.
Secara keseluruhan, langkah-langkah tersebut menunjukkan setidaknya untuk saat ini bahwa kedua negara berusaha menghindari eskalasi yang lebih serius.
Namun, serangan tersebut berisiko mendorong musuh bebuyutan tersebut semakin dekat ke perang habis-habisan di saat meningkatnya kekerasan di Timur Tengah. Kelompok-kelompok militan yang didukung oleh Iran sudah berperang dengan Israel.
Setelah serangan udara tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa pihaknya menganggap dirinya berhak dan berkewajiban untuk membela diri dari tindakan agresi asing.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Iran tidak punya batasan dalam membela kepentingannya dan menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk Israel atas serangan tersebut.
Namun pada Sabtu (26/10) malam, militer Iran mengeluarkan pernyataan hati-hati yang menyatakan bahwa gencatan senjata dalam serangan darat Israel di Gaza dan Libanon akan mengalahkan kemungkinan serangan balasan.
Kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah Iran mengatakan empat orang tewas. Semua disebabkan oleh pertahanan udara militer.
Militer Iran mengatakan serangan itu menargetkan pangkalan militer di provinsi Ilam, Khuzestan, dan Teheran. Namun pasukan paramiliter Garda Revolusi, yang mengawasi persenjataan rudal balistik Iran, hanya diam, sehingga menimbulkan pertanyaan ada tidaknya serangan di pangkalan mereka.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas dan memperingatkan terhadap serangan di masa depan. "Musuh-musuh Iran harus tahu bahwa orang-orang pemberani ini berdiri tanpa rasa takut dalam mempertahankan tanah mereka dan akan menanggapi setiap kebodohan dengan bijaksana dan cerdas," tulisnya dalam suatu pernyataan yang dikirim ke X.
Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada wartawan bahwa Israel telah memberinya peringatan sebelum serangan tersebut dan sepertinya mereka tidak menyerang apa pun kecuali sasaran militer. Pemerintahannya mendapat jaminan dari Israel pada pertengahan Oktober bahwa mereka tidak akan menyerang fasilitas nuklir dan instalasi minyak.
Kepala Badan Energi Atom Internasional mengatakan fasilitas nuklir Iran tidak terkena dampaknya. "Saya harap ini akhirnya," pungkas Biden. (TRT World/Z-2)
Pakar Hukum Tata Negara, Radian Syam, menilai situasi perang Israel, AS-Iran itu menguji apakah dunia masih berpijak pada supremasi hukum atau justru bergeser ke dominasi kekuatan.
Pangeran MBS dan MBZ nyatakan solidaritas hadapi serangan Iran. Brasil kecam eskalasi militer, sementara Donald Trump batal berpidato pascaserangan ke Teheran.
Setidaknya 40 orang tewas dalam serangan di sekolah dasar perempuan Minab, Iran Selatan. UEA cegat rudal Iran, sementara Oman desak AS hentikan keterlibatan.
Iran luncurkan rudal ke pangkalan AS di Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Suriah, dan UEA. PBB peringatkan risiko konflik regional yang lebih luas. Cek faktanya.
Presiden Prabowo Subianto tawarkan diri jadi mediator AS-Iran. Sementara itu, serangan Israel ke sekolah di Iran tewaskan 24 siswa dan Rusia imbau warga tinggalkan Israel.
Eskalasi besar di Timur Tengah! Ledakan rudal hantam Qatar, UEA, Bahrain, hingga Irak menyusul serangan AS-Israel ke Iran. Simak update korban dan dampak pangkalan militer.
Pertamina melakukan mitigasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika yang berkembang di kawasan Timur Tengah, yakni perang antara AS dan Israel melawan Iran.
Kenali profil Ali Larijani, Sekretaris SNSC Iran yang kini menjadi sosok kunci di Teheran usai wafatnya Khamenei dan ketegangan dengan Donald Trump.
ANGGOTA Komisi I DPR RI Oleh Soleh, mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap berani di kancah internasional dengan menyuarakan sanksi tegas terhadap AS dan Israel.
Pakar Hukum Tata Negara, Radian Syam, menilai situasi perang Israel, AS-Iran itu menguji apakah dunia masih berpijak pada supremasi hukum atau justru bergeser ke dominasi kekuatan.
Panduan lengkap memahami IRGC Iran: Sejarah pembentukan, kekuatan ekonomi, hingga peran krusialnya dalam eskalasi konflik Timur Tengah tahun 2026.
Iran secara tegas menyatakan bahwa Teheran tidak akan membuka jalur negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved