Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) pada Minggu (29/9) mengumumkan peningkatan kehadiran militernya di Timur Tengah, guna memperkuat dukungan udara dan kesiapan pasukan seiring dengan meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
"Kami akan lebih memperkuat kemampuan dukungan pertahanan udara kami dalam beberapa hari ke depan," kata juru bicara Pentagon Mayor Jenderal Patrick Ryder dalam suatu pernyataan.
Pentagon juga telah meningkatkan kesiapan pasukan tambahan untuk pengerahan cepat jika diperlukan. "AS bertekad mencegah Iran dan mitra serta proksi yang didukung Iran dari memanfaatkan situasi ini atau memperluas konflik," tambah Ryder.
Baca juga : Iran: Janji Palsu Gencatan Senjata AS dan Eropa jika tidak Balas Serang
Ia menekankan bahwa setiap serangan terhadap personel atau kepentingan AS oleh Iran atau proksinya akan dihadapi dengan setiap langkah yang diperlukan.
Pengumuman itu disampaikan bersamaan dengan penempatan jet tempur tambahan, termasuk F-22, F-15E, F-16, dan A-10, sebagai bagian dari upaya AS untuk memperkuat pertahanan udaranya.
Sejak 23 September, Israel telah melancarkan serangan besar-besaran paling intensif terhadap Lebanon dalam hampir setahun terakhir, setelah bentrokan yang diperbarui dengan Hizbullah. Serangan tersebut telah menewaskan 916 jiwa, termasuk wanita dan anak-anak serta melukai 2.709 lain, menurut data dari otoritas Libanon.
Baca juga : Iran: Kejahatan Israel akan Dibalas pada Waktu yang Tepat
Kekhawatiran akan terjadinya perang regional yang lebih luas semakin meningkat menyusul pembunuhan sejumlah pemimpin Hizbullah oleh Israel, terutama Sekretaris Jenderal kelompok tersebut Hassan Nasrallah, yang tewas dalam serangan udara pada Jumat saat Israel dilaporkan menjatuhkan 85 ton bom di lingkungan Haret Hreik di Beirut, basis Hizbullah.
Kelompok Hizbullah Libanon dan Israel telah terlibat dalam perang lintas perbatasan sejak dimulai perang Israel di Gaza yang menewaskan hampir 41.600 orang menyusul serangan lintas perbatasan oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober tahun lalu.
Masyarakat internasional telah memperingatkan bahwa serangan Israel di Libanon dapat meningkatkan konflik Gaza menjadi perang regional yang lebih luas. (Ant/Z-2)
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat berlangsung positif dan mencapai kesepakatan untuk melanjutkan proses negosiasi.
Wall Street Journal, mengutip sumber, melaporkan bahwa Pentagon dan Gedung Putih telah menyampaikan rancangan rencana dan skenario yang dibuat bersama terkait serangan AS ke Iran.
Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan armada besar ke kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikannya melalui akun media sosial Truth Social.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia jika negara adidaya itu melakukan serangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved