Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang terletak di Rusia bagian barat, tempat terjadinya pertempuran sengit berpotensi hancur. Terlebih situs itu tidak memiliki kubah pelindung yang dapat melindunginya dari rudal, pesawat nirawak atau drone dan artileri.
Direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, pada Selasa (27/8) mengunjungi PLTN Kursk di luar kota Kurchatov di wilayah Kursk Rusia, tempat pasukan Ukraina menerobos perbatasan tiga minggu lalu dan Rusia berjuang untuk mengusir mereka.
“Bahaya atau kemungkinan kecelakaan nuklir muncul di dekat sini,” kata Grossi, dilansir Al Jazeera, Rabu (28/8).
Baca juga : IAEA Sebut Timnya Siap Nilai PLTN Zaporizhzhia Secara Objektif
Grossi menjelaskan fasilitas tipe RBMK tidak memiliki kubah penahan dan struktur pelindung seperti PLTN modern. Artinya, inti reaktor yang berisi bahan nuklir hanya dilindungi oleh atap biasa. Hal ini membuatnya sangat rentan dan berisiko, misalnya terhadap serangan artileri, drone atau rudal.
“Jadi inilah mengapa kami percaya bahwa PLTN jenis ini sangat dekat dengan titik kontak atau front militer adalah fakta yang sangat serius yang kami tanggapi dengan sangat serius,” ujarnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin minggu lalu menuduh Ukraina mencoba menyerang pabrik Kursk. Ukraina belum menanggapi tuduhan bahwa mereka menyerang fasilitas tersebut. “Saya diberitahu tentang dampak drone. Saya diperlihatkan beberapa sisa-sisanya dan tanda-tanda dampaknya,” kata Grossi tanpa menyebutkan siapa yang bertanggung jawab.
Baca juga : Lagi, Rudal Hantam PLTN Zaporizhzhia yang Dikuasai Militer Rusia
Grossi menegaskan tujuan kunjungannya adalah untuk menarik perhatian dunia terhadap situasi ini. Pada dasarnya, PLTN tidak boleh diserang dengan cara apa pun. IAEA telah berulang kali memperingatkan bahaya pertempuran di sekitar pembangkit nuklir sejak serangan militer skala penuh Rusia di Ukraina dimulai pada Februari 2022.
Analis pertahanan Pavel Felgenhauer mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan yang berkelanjutan di dekat pembangkit nuklir Kursk dapat mengubah arah perang. “Garis depan saat ini, jauh, puluhan kilometer dari PLTN Kursk. Tampaknya Ukraina tidak berusaha mencapai atau menyerangnya, tapi tentu saja, ini adalah situasi yang berbahaya,” katanya.
“Situasi di front utara di Kursk, di (wilayah tetangga) Belgorod, tidak sepenuhnya menguntungkan Rusia. Ukraina mempunyai inisiatif di sana. Rusia mempunyai inisiatif di selatan (Ukraina) di Donbas, jadi kedua belah pihak saling mendukung. Masih ada kemungkinan bahwa Ukraina akan mencoba memperluas jembatan Kursk mereka dan pergi dengan pasukan ke Belgorod melalui perbatasan,” lanjutnya.
Alex Gatopoulos dari Al Jazeera, melaporkan dari Kyiv, mengatakan Rusia tahu bahwa mereka harus merebut Pokrovsk di wilayah Donbas karena itu adalah hadiah mutlak di Oblast Donetsk dan merupakan bagian yang dikuasai separatis pro-Moskow sejak 2014. (I-2)
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
RUSIA mengancam akan mewujudkan kiamat jika Donald Trump menepati janjinya merebut Greenland.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved