Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Rafael Grossi mengatakan dirinya bersama tim sudah berada di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. Penilaian fisik fasilitas itu akan dilakukan secara netral dan terbuka.
“Kami tidak akan kemana-mana. IAEA sekarang ada di sana, di pabrik dan tidak bergerak. Itu akan tetap di sana," kata kepala IAEA Rafael Grossi.
Dia mengatakan sekelompok ahli IAEA akan menetap dan tinggal di PLTN Zaporizhzhia dan akan memberikan penilaian situasi yang tidak memihak, netral dan secara teknis.
"Saya khawatir, saya khawatir dan saya akan terus khawatir tentang PLTN ini sampai kita memiliki situasi yang lebih stabil, dan lebih dapat diprediksi," katanya.
Teresa Bo dari Al Jazeera, melaporkan dari Kyiv, mengatakan tim IAEA sedang mengevaluasi tingkat kerusakan di lokasi dan kondisi personel Ukraina.
“Beberapa hari yang lalu ada laporan bahwa beberapa peluru jatuh sangat dekat dengan tempat reaktor nuklir berada. Ini menjadi perhatian utama dan mereka harus mengevaluasi apa yang terjadi di lapangan,” katanya.
Ukraina dan Rusia saling menuduh menciptakan risiko bencana seperti Chernobyl dengan menembaki dekat PLTN ini.
Rusia merebut PLTN Zaporizhzhia di awal perang yang sudah berlangsung lebih dari enam bulan.
Baca juga: Rusia Pastikan Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia Terkendali
Kyiv juga menuduh Rusia menggunakan fasilitas itu untuk melindungi pasukannya dan berencana mencuri listrik dengan menghubungkannya ke jaringan Rusia.
Moskow membantahnya tetapi sejauh ini menolak seruan internasional untuk menarik pasukannya dari fasilitas tersebut.
Rekaman video yang dirilis oleh kantor berita negara Rusia RIA menunjukkan inspektur IAEA, termasuk Grossi, mengenakan helm pengaman dan ditunjukkan di sekitar lokasi oleh pejabat energi Rusia, yang menunjukkan pipa air yang rusak.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan Moskow melakukan segalanya untuk memastikan bahwa PLTN Zaporizhzhia dapat beroperasi dengan aman, dan agar inspektur IAEA dapat menyelesaikan tugas mereka.
Sebelumnya, perusahaan nuklir negara Ukraina Energoatom mengatakan penembakan Rusia telah memaksa penutupan salah satu dari dua reaktor yang masih beroperasi di lokasi tersebut.
Pejabat Rusia menuduh Kyiv mengirim pasukan dengan kapal menjelang fajar untuk mencoba merebut pabrik pada Kamis (1/9), dan menembaki kota Enerhodar yang dikuasai Rusia.
Kyiv menuduh Rusia melakukan insiden itu untuk menyalahkan Ukraina dan menghalangi kunjungan IAEA. Sebelum perang, PLTN itu memasok lebih dari seperlima kebutuhan listrik Ukraina. (Aljazeera/Cah/OL-09)
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Kirsty Coventry, salah satu petinggi IOC, menekankan pentingnya mengembalikan olahraga ke khitahnya sebagai ruang netral yang tidak terjamah oleh kepentingan politik praktis.
Rusia kecam pembunuhan Seif al-Islam Khadafi. Kematian putra Muammar Khadafi ini dinilai mengancam rekonsiliasi dan stabilitas politik di Libia.
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
Kita harus jujur mengakui, selama lima dekade perjalanan Indonesia dalam isu nuklir, selalu tersandung pada simpul yang sama: komitmen yang mudah diucapkan, tapi rapuh ketika diuji.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan telah bertemu dengan pihak dari Kanada dan Rusia membahas pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.
Pemerintah harus mengirim tenaga ahli ke negara-negara maju yang telah mengoperasionalkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), sebagai subholding dari PT Pertamina menyatakan keinginan untuk mengembangkan PLTN di Indonesia.
Kehadiran lembaga ini ditujukan untuk mendukung percepatan transisi energi bersih dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved