Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memantau dengan cermat berbagai peristiwa di Israel dan Libanon. Israel melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran di Libanon sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai persiapan Hizbullah untuk serangan berskala besar.
“Biden telah berbincang dengan tim keamanan nasionalnya sepanjang malam. Atas arahannya, pejabat senior AS telah berkomunikasi terus-menerus dengan rekan-rekan mereka di Israel. Kami akan terus mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri, dan kami akan terus berupaya demi stabilitas regional," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Sean Savett, dilansir Anadolu Senin (26/8).
Seorang pejabat Israel mengatakan pada Minggu (25/8) bahwa Israel telah memberi tahu AS sebelumnya tentang serangannya terhadap Libanon, menurut kantor berita Israel Walla. Pentagon mengatakan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin berbicara melalui telepon dengan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant untuk membahas pertahanan Israel terhadap serangan Hizbullah Libanon.
Baca juga : Biden Temui Tim Keamanan Nasional Bahas Ancaman Konflik Timur Tengah
"Menteri Austin menegaskan kembali komitmen kuat Amerika Serikat untuk membela Israel terhadap serangan apa pun oleh Iran dan mitra serta proksi regionalnya," kata juru bicara Mayjen Pat Ryder dalam sebuah pernyataan.
Tidak jelas kapan panggilan itu terjadi, atau apakah ada pemberitahuan sebelumnya yang diberikan. Serangan itu kembali meningkatkan potensi perang regional di tengah perundingan yang sedang berlangsung di Kairo, Mesir, yang bertujuan untuk melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza yang terkepung, dan pertukaran tawanan.
Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan pesawat tempur menargetkan posisi Hizbullah di tengah persiapan kelompok Libanon itu untuk melakukan serangan besar-besaran terhadap Israel. Ia mendesak penduduk Libanon yang tinggal di selatan Sungai Litani untuk segera mengungsi, sambil memperingatkan bahwa Israel bertekad untuk menetralisir segala ancaman terhadapnya.
Baca juga : Ismail Haniyeh Tewas, Biden Kerahkan Militernya Dukung Israel
Seorang koresponden Anadolu mengatakan serangan udara Israel menargetkan sekitar 17 wilayah dan kota di Libanon selatan. Sementara itu, para saksi melaporkan bahwa puluhan roket dan pesawat nirawak diluncurkan dari wilayah Libanon ke Israel.
Dalam dua pernyataan terpisah, Hizbullah juga melaporkan bahwa 10 lokasi di Israel utara terkena serangan. Ini adalah serangan paling intens sejak tembakan lintas perbatasan antara Hizbullah dan Israel dimulai pada 8 Oktober.
Otoritas Bandara Israel mengumumkan bahwa karena situasi keamanan, keberangkatan penerbangan di Bandara Ben Gurion ditunda dan tidak akan lepas landas dalam beberapa jam ke depan. Otoritas tersebut menyarankan para pelancong untuk mendapatkan informasi terbaru tentang perubahan jadwal dari maskapai penerbangan. Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas penargetan dua zona militer dan tentara Israel di dekat perbatasan selatan Libanon dengan dua pesawat tak berawak kamikaze. (I-2)
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Militer Israel (IDF) memulai operasi darat terbatas di Libanon Selatan guna melumpuhkan infrastruktur Hizbullah. Simak perkembangan konflik dan dampaknya bagi warga sipil.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan belasan orang di Beirut dan wilayah selatan, sementara Hizbullah bersama Iran melancarkan gelombang roket dan drone balasan ke wilayah Israel
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Israel dinilai melanggar Pasal 13 terkait perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasis dalam Aturan Disiplin FIFA (FDC).
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Ia memperingatkan ambisi Israel menggulingkan pemerintahan Iran akan memerlukan kampanye darat berkepanjangan.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved