Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Guardian melaporkan serangan pada Rabu (21/8) yang dilakukan oleh kelompok militan Libanon itu terjadi sehari setelah Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, bertemu dengan mediator dari Mesir dan Qatar, bahkan ketika Hamas dan Israel memberikan sikap dingin terhadap kemungkinan jeda dalam waktu dekat dalam pertempuran di Gaza.
Sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, telah menghubungi perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu melalui telepon, dan menegaskan pentingnya gencatan senjata segera untuk mengakhiri perang di Gaza.
“Presiden menekankan pentingnya mengakhiri gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera dan membahas pembicaraan mendatang di Kairo untuk menghilangkan hambatan yang masih ada,” lapor Gedung Putih.
Baca juga : Hizbullah Akan Mematuhi Keputusan Gencatan Senjata Hamas dalam Konflik Gaza
Terkait rincian lebih lanjut muncul mengenai proposal yang dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara Hamas dan Israel, Mesir menyatakan skeptis terhadap pernyataan positif yang dibuat oleh AS. “Amerika menawarkan janji-janji [mengenai gencatan senjata], bukan jaminan,” kata seorang pejabat.
"Hamas tidak akan menerima hal ini, karena itu berarti Hamas akan melepaskan sandera sipil sebagai imbalan atas jeda pertempuran selama enam minggu tanpa jaminan untuk melakukan negosiasi gencatan senjata permanen,” sebutnya.
Pejabat itu juga mengatakan proposal tersebut tidak secara jelas menyatakan Israel akan menarik pasukannya dari koridor Philadelphi dan koridor Netzarim, yang membentang dari timur ke barat melintasi wilayah tersebut. “Ini tidak dapat diterima bagi kami dan tentu saja bagi Hamas,” katanya.(M-3)
Konflik Israel-Lebanon memanas! 31 orang tewas dan ratusan luka-luka akibat serangan udara Israel. IDF imbau warga Lebanon selatan segera mengungsi sejauh 1 km.
ALIANSI Penyelenggara Haji dan Umrah Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) menyatakan belum ada keputusan resmi penundaan keberangkatan jamaah umrah setelah konflik di Timur Tengah antara Iran, AS
PERDANA Menteri Libanon, Nawaf Salam, mengecam serangan roket yang diluncurkan dari wilayah selatan negaranya.
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Militer Israel memobilisasi 100.000 tentara cadangan dalam Operasi “Roaring Lion” terhadap Iran. Serangan di Gaza menewaskan warga dan melukai puluhan lainnya.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Operasi evakuasi menghadapi tantangan besar karena minimnya alat berat dan kemampuan teknis yang memadai.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
Donald Trump desak Putin akhiri perang setelah Rusia melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Kyiv, melanggar janji jeda serangan di musim dingin.
Hal itu disampaikan Prasetyo menanggapi pertanyaan terkait sikap Presiden Prabowo Subianto atas situasi tersebut, di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Gelombang serangan udara Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 32 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Gencatan senjata yang dimediasi AS berada di ambang kolaps.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved