Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia mulai merintis langkah-langkah penting di kancah internasional.
Pengakuan dari negara-negara lain menjadi salah satu hal yang sangat dinantikan dan berperan besar dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat.
Negara-negara ini memiliki peran penting dalam mendukung kedaulatan kita di tengah situasi global yang penuh tantangan saat itu.
Baca juga : Netanyahu Setuju Perundingan lagi, Lima Warga Gaza Tewas dalam Bantuan Makanan
Tahukah kamu, negara mana saja yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia? Yuk, simak 10 negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia berikut sebagaimana dilansir @penais.kemenag.
• Mengakui kemerdekaan Indonesia pada 6 September 1944 secara de facto.
• Ucapan selamat Palestina disiarkan melalui radio berbahasa Arab di Berlin, Jerman.
Baca juga : Iran Ancam Serangan Israel di Libanon Tanda Akhir Netanyahu
• Melobi beberapa negara di Timur Tengah untuk melakukan hal yang sama.
• Mengakui secara de facto pada 22 Maret 1947 dan secara de jure pada 10 Juni 1947.
• Mengajak negara Liga Arab untuk melakukan hal yang sama.
Baca juga : Ini Reaksi Dunia Terhadap Serangan AS dan Inggris di Yaman
• Mengakui secara de jure pada 2 Juli 1947 dan membentuk hubungan diplomatik dengan Indonesia.
• Mengajukan persoalan Indonesia dan Belanda ke Dewan Keamanan PBB.
• Mengakui secara de jure pada 6 Juli 1947 dengan mendirikan kedutaan besarnya di Jakarta.
Baca juga : 7 Negara Arab Ini Kecam Serangan Rudal Israel di RS Baptist Gaza Palestina
• Latar belakang dukungan; kesamaan prinsip.
• Mengakui secara de facto pada 29 Juli 1947 dan secara de jure pada 1950 dengan ditandai hubungan diplomatik.
• Mengakui kemerdekaan Indonesia pada 2 September 1946.
• Aktif mendukung Indonesia di forum PBB.
Baca juga: Tiga Ulama Indonesia yang Menjadi Imam Masjidil Haram
• Mengakui kemerdekaan Indonesia pada 23 September 1947.
• Memulai hubungan diplomatik dengan Indonesia pada 24 April 1955.
• Mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1947.
• Mengakui kemerdekaan Indonesia pada 3 Mei 1948.
• Mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949.
• Mendirikan kedutaan besarnya di Jakarta pada April 1957. (Z-2)
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
KEDUTAAN Besar Republik Indonesia atau KBRI di Riyadh menyampaikan tidak menggelar salat Ied atau salat Idul Fitri 1447 H/2026 M secara berjamaah karena konfisi konflik di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan di Teluk Persia memuncak. Ras Laffan Qatar dihantam rudal, sementara Arab Saudi cegat serangan drone dan rudal balistik menuju Riyadh.
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait kepulangan sejumlah jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi.
Senator AS Lindsey Graham ancam putus kerja sama pertahanan jika Arab Saudi menolak gabung perang Iran. Riyadh dan UEA tegaskan wilayahnya tak boleh dipakai menyerang.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
PERAN Iran versus Israel dan Amerika akan memberi dampak besar bagi Indonesia. Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), Probo Darono Yakti menjelaskan
sistem energi Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik konflik di timur tengah
TIGA wakil ganda Indonesia berhasil mengamankan tiket babak 16 besar SwisTerbuka 2026 atau Swiss Open memetik kemenangan pada hari pertama turnamen di St. Jakobshalle, Basel, Selasa (10/3)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia menunjukkan situasi internasional berada dalam kondisi rawan.
ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi keanggotaan Indonesia di Board of Peace setelah AS dan Israel menyerang Iran
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved