Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DELAPAN tahanan Palestina yang dibebaskan oleh militer Israel mengklaim bahwa mereka telah disiksa dan diancam selama dalam tahanan.
Dua wanita dan enam pria dibebaskan dari Penjara Ofer di Tepi Barat yang diduduki pada hari Kamis. Di antara para tahanan, beberapa pria menunjukkan tanda-tanda penyiksaan fisik dan tampak meringis kesakitan.
Melaporkan dari Deir el-Balah di Jalur Gaza tengah, Hind Khoudary dari Al Jazeera mengatakan para tahanan yang dibebaskan “benar-benar kelelahan.”
Baca juga : PBB Kecam Perlakuan Buruk Israel terhadap Tahanan Palestina
“Salah satu perempuan tidak bisa berjalan dan dibawa ke bagian darurat dengan tandu.”
Para tahanan tidak ditangkap pada waktu yang sama, katanya, menambahkan salah satu pria, seorang sopir truk bantuan, ditahan di pos perbatasan Karem Abu Salem (Kerem Shalom).
Satu perempuan ditangkap setelah mengunjungi Tepi Barat yang diduduki bersama anaknya.
Baca juga : Warga Palestina Ceritakan Penyiksaan dalam Tahanan Tentara Israel
Palestinian Red Crescent Society mengatakan mereka memberikan pertolongan pertama kepada para tahanan yang dibebaskan di depan pos pemeriksaan militer Kissufim dan memindahkan mereka ke Rumah Sakit Al-Aqsa di Gaza tengah.
“Mereka semua mengatakan mereka disiksa, mereka semua mengatakan mereka diancam. Mereka semua mengatakan mereka tidak diberikan obat dan pakaian,” lapor Khoudary.
“Mereka ditanya tentang anggota Hamas dan tawanan Israel di Jalur Gaza.”
Baca juga : 50 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Militer Israel di Gaza
Israel membebaskan puluhan Palestina yang ditahan sebelumnya pada Juli, termasuk direktur Rumah Sakit al-Shifa, Muhammad Abu Salmiya, yang mengatakan Palestina menghadapi penyiksaan setiap hari di penjara.
“Beberapa tahanan meninggal di pusat interogasi dan tidak diberikan makanan dan obat,” kata Salmiya dalam konferensi pers setelah pembebasannya. “Sel-sel dirusak dan para tahanan dipukuli.”
Abu Salmiya ditangkap di tengah klaim militer Israel bahwa Hamas menggunakan Rumah Sakit al-Shifa sebagai basis. Ia dibebaskan setelah lebih dari tujuh bulan dalam tahanan.
Israeli Public Broadcasting Corporation melaporkan pada Juli, penjara “penuh” karena jumlah Palestina yang ditangkap meningkat setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan.
Palestine Prisoners Society dan Detainees and Ex-Detainees Commission juga mengatakan 9.800 orang Palestina telah ditahan di Tepi Barat yang diduduki sejak perang Israel melawan Gaza dimulai. (Al Jazeera/Z-3)
PRESIDEN Xi Jinping melakukan penyelidikan antikorupsi terhadap sejumlah petinggi militer, termasuk Jenderal senior Zhang Youxia, untuk memperkuat profesionalisme angkatan bersenjata.
Korban tewas protes Iran lampaui 5.100 jiwa. AS kirim armada tempur USS Abraham Lincoln saat militer Iran siaga tempur.
Nama pejabat dimaksud tidak disebutkan karena mereka tidak mendapat wewenang membahas rencana tersebut.
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Analisis invasi AS ke Venezuela: Trump tangkap Maduro demi kendali minyak dan wilayah strategis. Kebangkitan Doktrin Monroe picu ketegangan global dan protes domestik.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved