Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin akan melakukan perjalanan ke Korea Utara minggu ini, dalam upayanya untuk memperoleh dukungan militer lanjutan bagi perang Kremlin di Ukraina dari salah satu negara paling terisolasi di dunia.
Dalam kunjungan pertamanya ke Korea Utara tahun 2000, Putin akan bertemu dengan Kim Jong-un untuk pembicaraan satu lawan satu di Pyongyang, di mana kedua pemimpin tersebut berjanji untuk memperluas kerja sama keamanan dan ekonomi mereka sebagai tindakan menentang sanksi Barat terhadap kedua negara tersebut.
Putin diharapkan tiba di Korea Utara, Selasa, dengan rombongan besar menteri dan penasihat pemerintah, termasuk mereka yang bertanggung jawab atas militer Rusia dan pengadaan senjata. Mereka termasuk menteri pertahanan baru Rusia, Andrey Belousov, dan Denis Manturov, wakil perdana menteri Rusia yang mengawasi sektor pertahanan.
Baca juga : Pertemuan Rusia-Korut Keprihatinan Mendalam bagi Korsel
"Programnya sangat padat," kata ajudan Kremlin Yuri Ushakov.
"Sejumlah besar waktu akan didedikasikan untuk kontak informal antara pemimpin, karena negosiasi ini ... akan memuat pertanyaan-pertanyaan yang paling penting dan sensitif."
Ini adalah perjalanan langka bagi Putin, yang telah membatasi perjalanan internasionalnya hanya ke negara-negara yang bersahabat sejak dia meluncurkan invasi penuh skala dan menjadi subjek penangkapan internasional oleh pengadilan kejahatan untuk deportasi massal anak-anak dari Ukraina ke Rusia.
Baca juga : Pertemuan Putin-Kim Diikuti Peluncuran Rudal Balistik Korut
Korea Utara telah memasok Rusia dengan jutaan butir amunisi artileri era Soviet sebagai jalur penting untuk menopang kampanye militer Rusia di Ukraina. Menteri pertahanan AS, Lloyd Austin, bulan lalu mengatakan kepada anggota parlemen bahwa pasokan amunisi dan rudal, serta drone Iran, telah membantu militer Rusia "bangkit kembali".
Korea Utara juga telah menyediakan Rusia dengan rudal balistik dan peralatan elektronik yang digunakan dalam upaya perang.
Sebagai balasannya, Rusia diyakini telah memberikan bantuan untuk program satelit Korea Utara, serta bantuan ekonomi dan dukungan diplomatik. Kim mengunjungi timur jauh Rusia tahun lalu, bertemu dengan Putin di Vladivostok selama kunjungan di mana dia mengunjungi pabrik yang memproduksi jet tempur modern dan kosmodrom Vostochny.
Baca juga : Kim Jong-un Berkunjung ke Rusia di Tengah Peringatan AS untuk Tak Jual Senjata
Gedung Putih mengatakan, Senin, Washington cemas atas hubungan yang semakin dekat antara Rusia dan Korea Utara.
"Kami tidak khawatir tentang perjalanan [oleh Putin]," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional, John Kirby, kepada para wartawan, Senin.
"Yang kami khawatirkan adalah hubungan yang semakin dalam antara kedua negara ini."
Baca juga : Vladimir Putin Hadiahkan Mobil Buatan Rusia untuk Kim Jong Un
Kirby mengatakan kekhawatiran tersebut bukan hanya karena "rudal balistik Korea Utara masih digunakan untuk menyerang target-target Ukraina, tetapi karena bisa ada timbal balik di sini yang dapat mempengaruhi keamanan di Semenanjung Korea".
Menteri Pertahanan Korea Selatan, Shin Wonsik, mengatakan dalam wawancara dengan Bloomberg News, Seoul telah mengidentifikasi setidaknya 10.000 kontainer pengiriman yang diduga berisi amunisi artileri dan senjata lain yang dikirim dari Korea Utara ke Rusia.
Kontainer-kontainer tersebut dapat berisi hingga 4,8 juta butir peluru, kata Shin. Negara-negara Uni Eropa telah berjuang untuk mencapai tujuan menyuplai 1 juta butir peluru artileri ke Ukraina selama setahun terakhir, mengirimkan hanya separuh dari jumlah tersebut.
"Putin diperkirakan akan mencari kerja sama keamanan yang lebih dekat dengan Korea Utara, khususnya pasokan militer seperti peluru artileri yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang untuk menang," kata Shin kepada Bloomberg News. (The Guardian/Z-3)
Benarkah Kim Ju Ae disiapkan menjadi penerus Kim Jong Un? Simak analisis terbaru dari Kongres Partai Korea Utara dan laporan intelijen terkait sosok putri misterius ini.
Mengenal Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un yang kini menjabat posisi strategis di Administrasi Rudal. Benarkah ia calon tunggal penguasa Korea Utara?
PUTRI Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan akan memimpin lembaga yang dikenal sebagai Administrasi Rudal, badan yang mengawasi kekuatan nuklir Pyongyang. Putri Kim Ju Ae
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
Kim Yo-Jong, adik Kim Jong-Un, resmi dipromosikan menjadi Direktur Departemen Partai Buruh Korea Utara. Kenaikan jabatan ini memperkuat pengaruhnya dalam politik Pyongyang.
Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, resmi dipromosikan ke posisi puncak dalam Kongres Partai Buruh.
MEMASUKI tahun kelima invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, belum ada tanda-tanda penyelesaian perang ini yang stabil.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Lyudmila Navalnaya menyebut temuan toksin katak panah pada jasad Alexei Navalny membuktikan putranya dibunuh.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved