Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH informasi yang berasal dari grup layanan perpesanan WhatsApp bocor ke publik Amerika Serikat (AS). Isinya sekelompok pemimpin bisnis mendiskusikan cara untuk menekan pejabat Negeri Paman Sam agar membubarkan pengunjuk rasa pro Palestina.
Sejumlah pengusaha berpengaruh itu mendorong Wali Kota New York Eric Adams agar menggunakan polisi untuk menindak mahasiswa pengunjuk rasa pro Palestina di Universitas Columbia. Miliarder yang menyatakan dukungan kepada Israel itu juga memberikan uang kepada politisi tersebut dan membiayai penyelidik swasta untuk membantu membubarkan demonstran.
Temuan tersebut diterbitkan pada Kamis (16/5), oleh The Washington Post. Beberapa miliarder berusaha mempengaruhi persepsi publik mengenai perang Israel di Gaza. Mereka membahas cara untuk mendorong wali kota dan rektor universitas tersebut untuk mengakhiri protes.
Baca juga : Komite Solidaritas Palestina dan Yaman Gelar Aksi Damai di Kedubes AS
Rencana para miliarder tersebut berhasil dijalankan namun menimbulkan kritik atas kerasnya tindakan polisi terhdap massa aksi pro Palestina.
“Salah satu anggota grup obrolan WhatsApp mengatakan kepada The Washington Post bahwa dia menyumbangkan US$2.100, batas maksimum yang sah, kepada Adams pada bulan itu,” ungkap obrolan di grup tersebut.
“Beberapa anggota juga menawarkan untuk membayar penyelidik swasta untuk membantu polisi New York dalam menangani protes, isi obrolan menunjukkan sebuah tawaran yang dilaporkan oleh anggota kelompok dalam obrolan yang diterima Adams.” tambah laporan The Washington Post.
Baca juga : Dermaga AS untuk Gaza Selesai Dibangun, Masalah Kelaparan Selesai?
Laporan ini muncul ketika universitas-universitas di seluruh negeri terus menggunakan kekerasan terhadap aktivisme pro Palestina, sehingga meningkatkan kekhawatiran atas penindasan terhadap ekspresi politik. Sejumlah universitas telah berhasil melakukan negosiasi dengan mahasiswa, yang menyerukan divestasi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam perang Israel di Gaza dan boikot terhadap institusi-institusi Israel.
Obrolan WhatsApp yang dikutip oleh The Washington Post termasuk pengusaha terkemuka seperti mantan CEO Starbucks Howard Schultz, pendiri dan CEO Dell Michael Dell, manajer hedge fund Bill Ackman dan Joshua Kushner, saudara dari menantu mantan Presiden Donald Trump dan penasihat di bidang bisnis. Masalah Timur Tengah, Jared Kushner.
Miliarder lainnya, seperti pendiri perusahaan makanan ringan Daniel Lubetzky, manajer hedge fund Daniel Loeb, miliarder Len Blavatnik dan investor real estat Joseph Sitt juga mengadakan pertemuan video dengan Wali kota Adams pada 26 April.
Baca juga : Kesepakatan Kontroversial: Harvard Berakhir dengan Demonstran Pro-Palestina
Para pendukung tindakan keras tersebut mengatakan tindakan tersebut diperlukan untuk menjamin keselamatan para pelajar Yahudi. Beberapa di antara mereka merasa tidak nyaman dengan retorika antiIsrael dalam protes tersebut.
Namun para pelajar pro Palestina yang berasal dari kelompok Yahudi menanggung beban terberat dari tindakan tersebut. kekerasan pada protes di seluruh AS, menyatakan kekhawatiran atas kekerasan oleh pihak berwenang.
Awal pekan ini, sebuah serikat pekerja yang mewakili sekitar 48.000 mahasiswa pascasarjana di California, mengizinkan pemogokan atas perlakuan terhadap mahasiswa pengunjuk rasa di universitas-universitas seperti Universitas California di Los Angeles (UCLA), massa pro-Israel menyerang massa pro-Palestina. Akibatnya beberapa aktivis pro Palestina dirawat di rumah sakit. (Aljazeera/Cah/P-5)
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
AKSI unjuk rasa yang digelar Serikat Buruh Industri Morowali Indonesia (SBIMI) di depan kantor PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Seperti diketahui bencana banjir Pekalongan yang telah merendam permukiman mereka selama hampir satu bulan hingga saat ini masih belum tertangani dengan baik.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meski Iran tengah diguncang.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.
Komisi III DPR RI meluruskan berbagai narasi keliru soal KUHP baru, menegaskan pidana mati, pasal presiden, zina, hingga demo tetap dibatasi prinsip keadilan.
Aksi No Kings yang ketiga sekaligus terbesar berlangsung pada 28 Maret 2026 di Amerika Serikat. Menurutnya, para demonstran memandang kebijakan pemerintahan Trump
PAUS Leo XIV memperingatkan pada Minggu (29/3) bahwa Tuhan tidak mendengarkan doa mereka yang berperang karena konflik di Timur Tengah terus berlanjut di berbagai front.
AKSI protes besar-besaran menentang pemerintahan Presiden Donald Trump kembali berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat dalam gelombang demonstrasi bertajuk No Kings.
DEPARTEMEN Pertahanan Amerika Serikat tengah merancang skenario serangan darat ke Iran untuk beberapa pekan di tengah pengerahan personel AS ke Timur Tengah.
Gerakan No Kings mengguncang Amerika Serikat setelah aksi massa serentak digelar di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian pada Sabtu (28/3).
JUTAAN warga di berbagai kota di Amerika Serikat (AS) turun ke jalan dalam aksi No Kings untuk memprotes kebijakan Presiden Donald Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved