Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEMUAN baru dari penelitian DNA kuno telah membuka tabir tentang kehidupan sosial dan pola pernikahan di kerajaan kuno suku Avar.
Melalui analisis DNA yang cermat terhadap sisa-sisa yang ditemukan di kuburan kuno di Hongaria, para peneliti berhasil merinci sejarah keluarga suku Avar dalam periode 2,5 abad.
Hasil penelitian mengejutkan Zsófia Rácz, seorang peneliti dari Institut Ilmu Arkeologi Universitas Eötvös Loránd di Budapest, Hongaria.
Baca juga : Fakta Situs Manyarejo Sangiran yang Jadi Tempat Pertemuan Arkeolog
"Kami menemukan fakta menarik bahwa orang-orang dalam kuburan ini saling berhubungan," ungkapnya.
Analisis DNA mengungkap pola pernikahan yang menarik di antara suku Avar, dengan laki-laki cenderung tetap tinggal di komunitas mereka setelah menikah, sementara perempuan sering kali menikah di luar komunitas.
Selain itu, penelitian juga mengungkap praktik poligami yang umum di kalangan suku Avar.
Baca juga : DNA Tertua di Dunia Diurutkan dari Mammoth Berusia Jutaan Tahun
"Kami menemukan poligami adalah hal yang lumrah di kalangan laki-laki, dengan beberapa dari mereka memiliki lebih dari satu pasangan," jelas Rácz.
Temuan menarik lainnya adalah beberapa kasus individu yang memiliki hubungan dekat dengan pasangan yang sama, menyoroti kompleksitas hubungan keluarga dan pernikahan di komunitas Avar.
Penelitian ini juga menekankan pentingnya warisan lisan dalam menjaga silsilah keluarga. Meskipun tidak ada tanda-tanda perkawinan silang antara kerabat dekat, jejak genetik menunjukkan komunitas Avar sangat memperhatikan silsilah keluarga mereka.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang dalam tentang kehidupan sosial dan pola pernikahan di kerajaan kuno suku Avar.
Temuan-temuan ini bukan hanya tentang mengeksplorasi masa lalu, tetapi juga tentang mengungkap sejarah manusia yang lama terlupakan. (CNN/Z-3)
Konsep yang selama ini identik dengan skala besar dan format konvensional mulai bergeser menuju pernikahan yang lebih terkurasi, berskala kecil, dan menekankan kualitas pengalaman.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
MENGANGKAT tagline “Get Wedding Soon”, Golden Tulip Wedding Showcase 2026 akan menghadirkan inspirasi bagi calon pengantin yang ingin menggelar pernikahan bernuansa Glamour.
NOVOTEL Yogyakarta International Airport Kulon Progo dan Ibis Yogyakarta International Airport Kulon Progo menawarkan lokasi pernikahan memukau yang dikelilingi panorama pegunungan
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved