Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) dengan suara bulat meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang mengatur TikTok. RUU ini akan memaksa TikTok untuk melakukan divestasi atau dilarang sepenuhnya di AS.
Bakal regulasi bernama Perlindungan Orang Amerika dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing ini merupakan tamparan besar bagi aplikasi berbagi video yang popularitasnya melonjak di seluruh dunia. RUU ini muncul karena kegelisahan mengenai kepemilikannya yakni Tiongkok dan potensi kepatuhannya terhadap Partai Komunis di Beijing.
Para anggota parlemen memberikan suara 352 mendukung usulan RUU tersebut berbanding 65 yang menentangnya. RUU ini menjadi momentum persatuan yang jarang terjadi di Washington yang telah terpecah secara politik .
Baca juga : AS Tekan TikTok untuk Putuskan ByteDance atau Dilarang
“Pemungutan suara bipartisan hari ini menunjukkan penentangan Kongres terhadap upaya Komunis Tiongkok untuk memata-matai dan memanipulasi warga Amerika, dan menandakan tekad kita untuk menghalangi musuh-musuh kita,” kata Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson setelah pemungutan suara RUU itu.
“Saya mendesak Senat untuk mengesahkan RUU ini dan mengirimkannya ke Presiden agar dia bisa menandatanganinya menjadi undang-undang,” tambahnya.
Namun nasib rancangan undang-undang tersebut masih belum pasti, karena Senat lebih berhati-hati. Beberapa tokoh penting khawatir RUU ini akan mengambil tindakan drastis terhadap aplikasi yang memiliki 170 juta pengguna di AS.
Baca juga : Penampilan Perdana Joe Biden Di TikTok Timbulkan Kontroversi
"Presiden Joe Biden akan menandatangani RUU tersebut menjadi UU setelah sampai ke mejanya," kata Gedung Putih.
“Proses ini rahasia dan rancangan undang-undang tersebut dibatalkan karena satu alasan: ini adalah larangan,” kata juru bicara TikTok dalam sebuah pernyataan.
Pihaknya berharap Senat akan mempertimbangkan fakta, mendengarkan konstituennya, dan menyadari dampaknya terhadap perekonomian, 7 juta usaha kecil, dan 170 juta orang Amerika yang menggunakan layanannya.
Baca juga : Mau Karyamu Tampil di New York Times Square Billboard? Ikuti Kompetisi Ini
RUU tersebut, yang baru mendapatkan momentum dalam beberapa hari terakhir, mengharuskan perusahaan induk TikTok, ByteDance, untuk menjual aplikasi tersebut dalam waktu 180 hari atau melarangnya dari toko aplikasi Apple dan Google di Amerika Serikat.
RUU ini juga memberikan wewenang kepada presiden untuk menetapkan aplikasi lain sebagai ancaman keamanan nasional jika aplikasi tersebut berada di bawah kendali negara yang dianggap bermusuhan dengan AS.
Wall Street Journal melaporkan kampanye baru melawan TikTok muncul secara tiba-tiba. Para eksekutif TikTok merasa yakin ketika Biden bergabung dengan aplikasi tersebut bulan lalu sebagai bagian dari kampanyenya untuk masa jabatan kedua.
Baca juga : Marak Ngemis di Tiktok, Mensos Keluarkan Edaran Larangan Eksploitasi Lansia
CEO TikTok Shou Zi Chew berada di Washington, mencoba menghentikan RUU tersebut. Tiongkok memperingatkan tindakan tersebut pasti akan berdampak buruk bagi AS.
“Meskipun AS tidak pernah menemukan bukti bahwa TikTok mengancam keamanan nasional AS, mereka tidak berhenti menindas TikTok,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin.
Ia juga mengecam tindakan tersebut sebagai perilaku intimidasi. Anggota parlemen dari Partai Republik menyetujui RUU tersebut, sebuah tindakan pembangkangan yang tidak biasa terhadap Donald Trump.
Baca juga : Remaja AS Berbondong-bondong Tinggalkan Facebook
Berbeda dengan sikap sebelumnya, Trump mengatakan dia menentang larangan tersebut karena akan memperkuat Meta, pemilik Instagram dan Facebook, yang disebutnya sebagai musuh rakyat.
Ketika Trump menjadi presiden, dia berusaha merebut kendali Tiktok dari ByteDance, namun diblokir pengadilan AS. "Saya pikir di Senat akan mati. Ini bukan tugas kami untuk melakukan ini, ” kata perwakilan Nancy Mace, sekutu Trump.
Upaya lain untuk melarang TikTok telah gagal, karena rancangan undang-undang yang diusulkan setahun yang lalu tidak membuahkan hasil karena masalah kebebasan berpendapat.
Demikian pula, UU negara bagian yang disahkan di Montana yang melarang platform tersebut ditangguhkan oleh pengadilan federal karena dicurigai melanggar hak kebebasan berpendapat konstitusional.
TikTok dengan tegas menyangkal adanya hubungan apa pun dengan pemerintah Tiongkok dan telah merestrukturisasi perusahaan tersebut sehingga data pengguna AS tetap berada di negara tersebut dengan pengawasan independen. (AFP/Z-3)
TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop memperkuat kolaborasi melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru 2026 guna mendorong aktivitas ekonomi selama bulan suci.
Berbeda dengan WhatsApp dan Instagram, TikTok resmi menolak fitur enkripsi end-to-end (E2EE) dengan alasan keamanan anak di bawah umur dan akses penegak hukum.
Tren busana muslim Lebaran 2026 menemukan pemenangnya pada sosok Inara Rusli yang gaya berpakaiannya kini diproduksi massal dengan nama unik "Gamis Bini Orang".
Tiga akun media sosial provokatif yang diduga mengeskalasi kerusuhan Agustus 2025. Akun Strongerboy, Adiastha8, dan Armyzoned ID dianggap kebal hukum dan belum diusut kepolisian.
Instagram resmi menguji fitur Short Drama untuk menyaingi TikTok. Simak analisis mendalam fitur drama pendek vertikal dan potensi monetisasinya di sini
Dengan akun TikTok, pengguna bisa mengunggah dan mengedit video, menyukai, mengomentari, dan menyimpan video, mengikuti dan diikuti akun lain, menerima notifikasi, serta melihat statistik.
Berbeda dengan WhatsApp dan Instagram, TikTok resmi menolak fitur enkripsi end-to-end (E2EE) dengan alasan keamanan anak di bawah umur dan akses penegak hukum.
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Fenomena oversharing, kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial, menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pengguna.
Saat seseorang berada dalam puncak emosi, baik itu rasa senang yang meluap, kesedihan mendalam, hingga kemarahan yang memuncak, mereka cenderung menjadi lebih impulsif.
Stres menjadi WNI adalah fenomena yang dapat dialami oleh seseorang karena berbagai faktor, tidak semua orang juga mengalaminya.
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved