Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH tim pengacara Australia telah merujuk Perdana Menteri Anthony Albanese ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) sebagai pendukung genosida di Gaza yang terkepung, Palestina.
"Dia adalah pemimpin negara Barat pertama yang dirujuk ke ICC berdasarkan Pasal 15 Statuta Roma,” kata Birchgrove Legal, yang mengajukan kasus tersebut, Selasa (5/4).
Dipimpin oleh Penasihat Raja Sheryn Omeri, tim tersebut menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mendokumentasikan dugaan keterlibatan dan menguraikan tanggung jawab pidana individu Tuan Albanese. Itu sehubungan dengan situasi di Palestina.
Baca juga : Australia, Kanada, Selandia Baru Peringatkan Israel akan Penderitaan di Gaza
Didukung oleh lebih dari seratus pengacara dan pengacara Australia, dokumen setebal 92 halaman itu diserahkan ke Kantor Jaksa ICC Karim Khan KC pada Senin (3/3), kata tim tersebut.
Namun Albanese menolak tuduhan tersebut. "Kasus ini jelas tidak memiliki kredibilitas ke depan. Saya tidak berpikir bahwa resolusi damai dihasilkan oleh informasi yang salah, dan terdapat banyak informasi yang salah tentang apa yang sedang terjadi,” kata Albanese.
Pernyataannya itu muncul sebelum membuka pertemuan puncak para pemimpin negara-negara Asia Tenggara di Melbourne. Namun menurut Birchgrove Legal, berkas yang diserahkan ke ICC menetapkan sejumlah tindakan yang diambil oleh Albanese dan menteri lainnya serta anggota parlemen.
Baca juga : AS Minta Dibantu Lawan Houthi Yaman, Ini Jawaban Australia
Itu termasuk Menteri Luar Negeri Wong dan pemimpin oposisi, untuk dipertimbangkan oleh jaksa penuntut. Dokumen tersebut mencakup pembekuan dana Australia sebesar US$6 juta untuk badan bantuan PBB yang beroperasi di Gaza, UNRWA.
Mereka menuduh Canberra memberikan bantuan militer dan menyetujui ekspor pertahanan ke Israel, yang dapat digunakan oleh IDF atau pasukan Israel dalam rangka melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Kelompok ini menuduh pemerintah Albanese mengerahkan kontingen militer Australia ke Gaza. Aktivitas lain berupa dukungan pasukan Australia untuk Amerika Serikat dan Inggris dalam serangannya terhadap kelompok Houthi, Yaman di Laut Merah.
Baca juga : Israel Peringatkan Warganya untuk Tidak Tunjukkan Identitas Yahudi di 80 Negara
Birchgrove Legal mengatakan Canberra telah mengizinkan warga Australia secara eksplisit maupun implisit melakukan perjalanan ke Israel. Itu untuk bergabung dengan IDF dan mengambil bagian dalam serangannya terhadap Gaza.
Canberra telah memberikan dukungan politik yang tegas terhadap tindakan Israel, sebagaimana dibuktikan oleh pernyataan politik Albanese dan anggota parlemen lainnya, termasuk pemimpin oposisi.
Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober. Pemboman Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan 30.534 orang dan melukai 71.920 lainnya dengan kehancuran massal dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok.
Perang Israel telah menyebabkan 85% penduduk Gaza mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur.
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Keputusan sementara pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza. (Anadolu/Z-8)
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Citra satelit ungkap militer Israel buldoser Pemakaman Perang Gaza. Makam tentara Sekutu PD I & II hancur, memicu kecaman atas penodaan situs bersejarah militer.
Mengusung semangat kolaborasi budaya, ajang ini menjadi panggung bagi keragaman cita rasa Australia untuk bersanding harmonis dengan kekayaan kuliner Indonesia.
Tony Mokbel, gembong narkoba legendaris Australia, resmi bebas setelah jaksa membatalkan persidangan ulang. Kasusnya runtuh akibat skandal pengkhianatan pengacara.
Beasiswa Australia Awards ditujukan bagi warga negara Indonesia yang ingin menempuh studi jenjang Magister (S2) maupun Doktor (S3) di berbagai universitas terkemuka di Australia.
Fokus utama dinamika atmosfer saat ini tertuju pada pemantauan Bibit Siklon Tropis 98P di daratan Australia bagian utara
Peneliti Australia berhasil mengembangkan obat STC3141 yang terbukti efektif meredakan sepsis dan mencegah kegagalan organ. Harapan baru bagi jutaan pasien dunia.
Penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved