Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak permintaan Hamas untuk melakukan gencatan senjata di Gaza, Palestina. Seperti biasa, sikap Netanyahu menentang arus di dalam negeri maupun dunia internasional.
Dia malah mengaku telah memerintahkan pasukan bersiap untuk bergerak ke kota Rafah di ujung selatan Gaza, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan.
"Kemenangan total Israel atas Hamas hanya tinggal beberapa bulan lagi," klaim Netanyahu dalam sebuah wawancara.
Baca juga : Blinken Kembali ke Israel, Saat Gencatan Senjata Diperpanjang
Menurutnya, tuntutan Hamas dalam perundingan gencatan senjata tidak layak untuk diterima. Gencatan senjata, kata Nenyanyahu, tidak akan menyebabkan kembalinya sandera, dan hal itu hanya akan menyebabkan pembantaian lagi.
Pembantaian yang dimaksud Netanyahu adalah peristiwa penyerangan Israel oleh Hamas pada 7 OKtober 2023 lalu, yang akhirnya dibalas dengan serangan udara maupun darat Israel hingga lima bulan lamanya.
Salah satu sandera yang dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata sementara yang ditengahi pada bulan November juga memberikan tekanan pada pemimpin Israel.
Baca juga : Menlu AS Blinken Mengatakan Masih 'Ruang untuk Kesepakatan' Terkait Sandera Gaza
“Semuanya ada di tangan Anda,” kata Adina Moshe pada konferensi pers di Tel Aviv, berbicara kepada Netanyahu.
"Kaulah orangnya. Dan saya sangat takut dan sangat prihatin jika Anda melanjutkan tindakan menghancurkan Hamas ini, tidak akan ada lagi sandera yang bisa dibebaskan," katanya.
Di Beirut, seorang pejabat senior Hamas menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa desakan Netanyahu untuk melanjutkan agresi sepenuhnya menegaskan bahwa tujuannya adalah genosida terhadap rakyat Palestina.
Baca juga : Menlu AS Antony Blinken Dorong Gencatan Senjata Israel-Hamas
Pejabat tersebut, Osama Hamdan, mendesak semua faksi perlawanan untuk melanjutkan perjuangan dan berhati-hati terhadap pengkhianatan Israel selama seperempat jam terakhir konfrontasi ini.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Hamas menyetujui perundingan di Kairo, dengan tujuan gencatan senjata, diakhirinya perang dan kesepakatan pertukaran tawanan.
Usulan gencatan senjata baru tersebut menyerukan penghentian pertempuran selama enam minggu dan pertukaran sandera-tahanan, serta lebih banyak bantuan untuk Gaza, namun negosiasi terus berlanjut sejak saat itu.
Baca juga : Masuki Bulan Kelima, Hamas Pertimbangkan Gencatan Senjata
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, berbicara beberapa jam setelah pertemuan dengan Netanyahu di Tel Aviv , mengatakan masih melihat ruang untuk mencapai kesepakatan dan telah memperingatkan pemimpin Israel tersebut terhadap tindakan serta pembicaraan yang menyulut ketegangan.
Sebelumnya, utusan AS Blinken, dalam kunjungan kelimanya ke Timur Tengah sejak perang pecah, telah menyatakan harapannya akan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera, bahkan ketika dia memperingatkan bahwa ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
“Tetapi kami sangat fokus untuk melakukan pekerjaan itu dan mudah-mudahan dapat melanjutkan pembebasan sandera yang sempat terhenti, setelah gencatan senjata selama seminggu pada bulan November," kata Blinken setelah bertemu Netanyahu di Yerusalem.
Baca juga : Antony Blinken Kembali ke Timur Tengah Mendorong Kesepakatan Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera
Blinken juga mengajukan permohonan baru untuk memberikan lebih banyak bantuan ke Gaza, di mana 2,4 juta penduduknya mengalami pengepungan yang melumpuhkan dan kekurangan air bersih, makanan, bahan bakar, dan pasokan medis.
“Kita semua mempunyai kewajiban untuk melakukan segala kemungkinan untuk mendapatkan bantuan yang diperlukan bagi mereka yang sangat membutuhkannya,” kata Blinken,
“Dan langkah-langkah yang sedang diambil, langkah-langkah tambahan yang perlu diambil adalah fokus saya sendiri, pertemuan di sini,“ sebutnya.
Baca juga : Blinken Terus Yakinkan Pemimpin Arab
Blinken juga melakukan perjalanan ke Tepi Barat yang diduduki di mana dia bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas.(AFP/Z-4)
Mantan Menhan Yoav Gallant sebut PM Netanyahu pembohong dan manipulator narasi kegagalan 7 Oktober demi selamatkan diri dari tanggung jawab politik.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
SUATU dokumen FBI pada 2020 yang termasuk dalam berkas Epstein menuduh bahwa miliarder paedofil Jeffrey Epstein dilatih sebagai mata-mata di bawah mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil komitmen lanjutan di Board of Peace (BoP), terutama terkait rencana keanggotaan tetap.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap kritis, aktif, dan terukur di Board of Peace (BoP), agar tetap sejalan dengan kemerdekaan palestina
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah memandang pembentukan Board of Peace (BoP) patut dicermati secara kritis, lembaga ini harus jelas soal roadmap kemerdekaan Palestina
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved