Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan penutupan badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA) di Jalur Gaza. Selain menciptakan isu keterlibatan badan itu dalam serangan 7 Oktober, dia juga memerintah pasukannya melancarkan lebih banyak serangan udara di Gaza.
Dalih itu secara mentah-mentah ditelan negara-negara sekutu Israel yang notabene pendonor UNRWA seperti Amerika Serikat, Inggris dan lainnya dengan menghentikan pendanaan. Padahal penghentian operasional UNRWA dapat menghancurkan upaya kemanusiaan di Gaza.
Palestina menuduh Israel menghembuskan berita bohong soal keterlibatan staff UNRWA itu untuk memuluskan niatnya membumihanguskan Gaza. Organisasi yang dibentuk pada 1948 itu menjadi sumber kehidupan lebih dari separuh penduduk Gaza.
Baca juga : Indonesia Kecewa Para Donor UNRWA Hentikan Pendanaan karena Klaim Sepihak Israel
“Sudah saatnya masyarakat internasional dan PBB sendiri memahami bahwa misi UNRWA harus diakhiri,” kata Netanyahu kepada delegasi PBB yang berkunjung ke Israel.
Dia mengatakan UNRWA harus digantikan oleh lembaga bantuan lainnya untuk menyelesaikan masalah Gaza. Namun Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan UNRWA sebagai tulang punggung seluruh program kemanusiaan di Gaza.
Para saksi mata mengatakan Israel telah meningkatkan serangan udara di Kota Gaza, di utara, dan membombardir beberapa bagian Khan Younis, di selatan. Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza, saat ini sedang mempelajari proposal tersebut, yang berisi rencana pembebasan semua sandera yang tersisa yang disandera pada 7 Oktober.
Baca juga : Sekjen PBB akan bertemu negara-negara donor setelah tuduhan lembaga pengungsi
Israel mengatakan mereka berjumlah sekitar 136 orang. Sementara Hamas menuntut diakhirinya serangan Israel. Sebagian besar wilayah Jalur Gaza yang berpenduduk padat telah hancur akibat pemboman Israel selama hampir empat bulan.
Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza terpaksa mengungsi akibat pertempuran yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Otoritas kesehatan Gaza mengatakan 26.900 warga Palestina telah terbunuh.
Itu termasuk 150 orang dalam 24 jam terakhir, Kamis (1/2), sejauh ini dalam perang yang dipicu setelah pejuang Hamas menyerbu kota-kota Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 253 orang.
Baca juga : Dana Pengungsi Dihentikan, Iran Sebut Negara Barat Dukung Genosida di Gaza
Militer Israel mengatakan pasukannya telah membunuh sedikitnya 25 militan Palestina di Gaza dalam 24 jam terakhir, dan tiga tentara Israel telah terbunuh. Itu menjadikan jumlah tentara yang tewas selama serangan darat Israel menjadi 224 orang.
(CNA)
Di tengah hujan rudal balistik Iran, beredar narasi mengenai tewasnya Iddo Netanyahu, adik bungsu PM Israel. Berbagai pihak menilai ini sengaja diembuskan untuk mengguncang moral publik.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Iran bantah serang Kedubes AS di Riyadh. Pangeran Turki al-Faisal sebut konflik Iran-Israel sebagai pengalihan isu atas tindakan kriminal Israel di Palestina.
Serangan militer Israel terhadap target strategis Iran pada 28 Februari 2026 ibarat percikan api yang jatuh di jerami kering
Presiden Iran Pezeshkian mengatakan pemerintah tetap beroperasi meskipun perang di negara itu semakin memanas.
DUA hari setelah kesepakatan antara delegasi perunding Iran dan AS akan dilanjutkan di Wina, 2 Maret, AS dan Israel melancarkan pengeboman besaran-besaran di berbagai kota Iran
Tim pencari fakta PBB melaporkan kondisi memprihatinkan warga sipil Iran yang terjepit di antara serangan udara AS-Israel dan represi pemerintah yang kian sistematis.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Duta Besar Iran untuk PBB menuduh serangan udara AS dan Israel sengaja menargetkan area residensial. Ribuan bangunan hancur dan ancaman hujan asam mengintai.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Menlu Iran Abbas Araqchi kecam Sekjen PBB karena lebih cemas pada ekonomi global daripada pembantaian warga sipil, termasuk 175 anak-anak di Kota Minab.
Tiga personel pasukan perdamaian PBB terluka setelah markas mereka di Libanon selatan dihantam serangan yang diduga dilancarkan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved