Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 11 orang, termasuk lima anak-anak, tewas akibat serangan rudal Rusia di Kota Pokrovsk, Ukraina Timur, pada hari Sabtu (6/1). Serangan itu seiring dengan semakin intensifnya pengeboman di wilayah tersebut.
Sejak akhir Desember, telah terjadi peningkatan jumlah serangan di Ukraina dan Rusia, dengan korban jiwa yang cukup besar, karena perang yang dipicu oleh invasi Rusia pada Februari 2022 mendekati akhir tahun kedua.
Meskipun terjadi intensifikasi, garis depan hampir tidak bergeser. Sedikitnya 8 orang juga terluka ketika pasukan Rusia menghantam daerah tersebut dengan rudal S-300.
Baca juga: Masyarakat Ukraina Tolak Mobilisasi 600 Ribu Tentara
"Pukulan utama diberikan kepada Pokrovsk dan Rivne di komunitas Myrnograd," kata kepala wilayah Donetsk, Vadim Filashkin, di Telegram.
Dia merilis foto-foto yang menunjukkan para petugas penyelamat bekerja di antara puing-puing serangan yang merusak enam rumah di Pokrovsk dan satu rumah lainnya di Rivne.
Menurut layanan darurat, jumlah korban dapat meningkat dengan enam orang, termasuk dua anak-anak, diyakini berada di bawah reruntuhan salah satu bangunan.
Baca juga: Rusia Dituduh Gunakan Rudal Balistik dari Korea Utara dalam Melawan Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan tersebut. "Rusia hanya menghantam bangunan tempat tinggal biasa, rumah-rumah pribadi,” katanya.
Dia meyakinkan bahwa tidak ada serangan Rusia yang tidak akan berjalan tanpa konsekuensi.
Kota Pokrovsk, yang memiliki populasi 60 ribu orang sebelum perang, telah dihantam pemboman mematikan pada Agustus lalu, yang menewaskan sembilan orang dan melukai 82 lainnya. Kota ini berjarak sekitar lima puluh kilometer dari garis depan pertempuran.
Di tempat lain di Ukraina, satu orang dewasa dan dua anak-anak terluka dalam penembakan di wilayah Kherson di bagian selatan.
Satu orang tewas di Toretsk, dekat Bakhmut, dan satu orang lainnya tewas dan dua lainnya terluka di Nikopol, di bagian timur, menurut pihak berwenang setempat.
(AFP/Z-9)
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Kirsty Coventry, salah satu petinggi IOC, menekankan pentingnya mengembalikan olahraga ke khitahnya sebagai ruang netral yang tidak terjamah oleh kepentingan politik praktis.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved