Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL sedang mempersiapkan masyarakatnya untuk mengambil keputusan sulit. Itu termasuk membebaskan petinggi Palestina yang saat ini dipenjara Israel.
Laporan itu diungkapkan kantor Penyiaran Publik Israel (KAN) pada Rabu (20/12). Media itu menyatakan Tel Aviv sedang berdiskusi dengan mediator mengenai pembebasan puluhan sandera Israel di Gaza.
Prioritasnya perempuan yang tidak dibebaskan berdasarkan kesepakatan sebelumnya, dan orang lanjut usia yang terluka atau menderita penyakit kronis selama penangkapan mereka.
Baca juga : WHO: Tidak Ada Rumah Sakit Berfungsi di Gaza Utara
"Masyarakat Israel harus siap membuat konsesi terkait pembebasan tahanan berbahaya (mengacu pada para petinggi Hamas yang dipenjara)," ungkap KAN mengutip sumber Israel.
Baca juga : Israel Kosongkan Paksa Gaza Ketika Dunia Serukan Gencatan Senjata
'Tahanan berbahaya juga mengacu pada tahanan Palestina di penjara Israel yang mendapat hukuman berat. Kepala Mossad David Barnea, Direktur CIA William Burns dan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani bertemu hari Senin di ibu kota Polandia, Warsawa untuk memulai kesepakatan pertukaran sandera baru, menurut media tersebut.
Merumuskan perjanjian baru akan jauh lebih sulit dibandingkan perjanjian sebelumnya, kata KAN, mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya. Di sisi lain, Channel 12 Israel mengutip seorang pejabat senior Israel, yang melaporkan bahwa Israel akan siap mengambil langkah panjang untuk membawa kembali sandera.
Jika perjanjian tersebut dilaksanakan, maka akan memerlukan biaya yang besar, tambah pejabat tersebut, seraya menegaskan bahwa keputusan kini berada di tangan para mediator.
Sebagai imbalannya, Israel akan mempertimbangkan untuk menunjukkan fleksibilitas selama jeda kemanusiaan yang diperkirakan terjadi. Selain itu, Israel mungkin akan membebaskan lebih banyak tahanan Palestina, baik dari segi tingkat bahaya maupun kuantitasnya, tambahnya.
Israel ingin meyakinkan pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, bahwa kesepakatan itu layak untuk diperhatikan, menurut saluran tersebut. Jeda selama seminggu dengan imbalan 40 sandera Israel
Para pejabat Israel mengatakan Barnea mengusulkan inisiatif untuk meluncurkan kembali perundingan mengenai kesepakatan baru untuk membebaskan 40 warga Israe. Tetapi Hamas menolak dimulainya kembali perundingan selama pertempuran berlanjut di Gaza.
Para pejabat Israel mengatakan bahwa sebagai bagian dari proposal tersebut, Israel akan menyetujui jeda sementara setidaknya selama satu minggu. "Israel juga menyatakan bahwa mereka mungkin akan membebaskan tahanan yang dihukum karena melakukan serangan terhadap Israel," menurut situs berita Israel, Walla.
Al Thani menyampaikan, dalam pertemuan di Warsawa, posisi Hamas bahwa Israel harus menghentikan serangan sebelum negosiasi pertukaran sandera dapat dilakukan, kata media tersebut.
Barnea menjawab bahwa jika Hamas ingin perang berakhir, Hamas harus melucuti senjatanya dan menyerahkan para pemimpinnya di Jalur Gaza.
Namun pernyataan Barnea bertentangan dengan sikap Hamas yang menolak kesepakatan pertukaran tahanan sebelum penarikan penuh tentara Israel dari Jalur Gaza dan gencatan senjata komprehensif.
Selama jeda kemanusiaan selama seminggu di Gaza bulan lalu, Hamas membebaskan 81 warga Israel, 23 warga negara Thailand, dan seorang warga Filipina, sebagai imbalan atas 240 warga Palestina, termasuk 71 wanita dan 169 anak-anak. (Anadolu/Z-8)
Secara khusus menyapa pemudik yang kembali ke tanah kelahiran dan atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat datang kembali.
Mahmoud Abbas membawa harapan besar agar momentum hari kemenangan ini menjadi titik balik bagi kemerdekaan bangsa Palestina.
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved