Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Donald Trump Umumkan Pembentukan "Dewan Perdamaian" Gaza untuk Kelola Pasca-Perang

Thalatie K Yani
16/1/2026 09:10
Donald Trump Umumkan Pembentukan
Presiden AS Donald Trump resmi membentuk 'Board of Peace' sebagai bagian dari rencana perdamaian Gaza. (White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump resmi mengumumkan pembentukan "Dewan Perdamaian" (Board of Peace) untuk Gaza. Langkah ini menandai dimulainya fase kedua dari rencana perdamaian yang didukung AS untuk mengakhiri konflik di wilayah Palestina tersebut.

Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan kebanggaannya atas pembentukan badan tersebut dan menjanjikan akan segera mengumumkan nama-nama anggotanya dalam waktu dekat.

"Adalah kehormatan besar bagi saya untuk mengumumkan bahwa DEWAN PERDAMAIAN telah dibentuk," tulis Trump. Ia menambahkan, "Saya dapat katakan dengan pasti bahwa ini adalah dewan terbesar dan paling bergengsi yang pernah dikumpulkan kapan pun dan di mana pun."

Mekanisme Pemerintahan Transisi

Pembentukan dewan ini dilakukan menyusul pengumuman sebelumnya mengenai komite teknokrat Palestina yang beranggotakan 15 orang. Komite tersebut akan bertugas mengelola tata kelola harian Gaza pasca-perang di bawah pengawasan langsung Dewan Perdamaian, yang diperkirakan akan dipimpin oleh Trump sendiri.

Selain pengawasan administratif, rencana perdamaian ini mencakup pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional. Pasukan ini bertujuan untuk membantu mengamankan wilayah Gaza sekaligus memberikan pelatihan bagi unit kepolisian Palestina yang telah melalui proses verifikasi.

Respons Hamas dan Kendala di Lapangan

Menanggapi pengumuman ini, tokoh senior Hamas, Bassem Naim, menyatakan beban tanggung jawab kini berada pada pihak mediator dan penjamin internasional.

"Bola kini ada di tangan para mediator, penjamin dari Amerika, dan komunitas internasional untuk memberdayakan komite tersebut," ujar Bassem Naim dalam pernyataan resminya pada hari Kamis.

Meskipun rencana perdamaian yang dimulai sejak 10 Oktober lalu ini telah memfasilitasi kembalinya para sandera dan penghentian pertempuran besar, fase kedua ini masih dibayangi berbagai persoalan krusial yang belum terselesaikan.

Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan pasukan Israel telah menewaskan 451 orang sejak gencatan senjata seharusnya diberlakukan. Bagi rakyat Palestina, isu utama tetap tertuju pada penarikan militer penuh Israel dari Jalur Gaza. Sebuah langkah yang ada dalam kerangka kerja rencana tersebut namun belum memiliki jadwal terperinci.

Di sisi lain, Hamas sejauh ini masih menolak untuk berkomitmen secara terbuka terhadap pelucutan senjata penuh, yang menjadi tuntutan mutlak dan non-negosiasi dari pihak Israel. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya