Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Hamas Sambut Baik 8.000 Pasukan Indonesia ke Gaza, Fokus Keamanan dan Gencatan Senjata

Haufan Hasyim Salengke
11/2/2026 23:38
Hamas Sambut Baik 8.000 Pasukan Indonesia ke Gaza, Fokus Keamanan dan Gencatan Senjata
Seorang pasukan penjaga perdamaian Indonesia, bagian dari UNIFIL, berdiri di pinggiran desa perbatasan Libanon selatan, Adaisseh, di seberang perbatasan dengan Israel.(Mahmoud Zayyat/AFP via Getty )

HAMAS secara terbuka menyambut baik rencana pengiriman ribuan personel pasukan perdamaian dari Indonesia untuk menjaga stabilitas di Jalur Gaza. Indonesia diproyeksikan menjadi negara asing pertama yang menempatkan pasukannya di wilayah kantong tersebut pascaeskalasi konflik.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai bagian dari misi internasional sangat diterima, terutama untuk mengawasi implementasi gencatan senjata. Menurut laporan saluran televisi Israel, Kan TV News, persiapan telah dilakukan untuk menerima sekitar 8.000 personel pasukan Indonesia yang akan ditempatkan di antara wilayah Rafah dan Khan Younis, Gaza Selatan.

Meski menyambut baik kehadiran pasukan asing, Hamas memberikan catatan tegas mengenai batasan misi tersebut. Qassem menyatakan bahwa fungsi utama pasukan internasional harus terbatas pada upaya perdamaian, yakni memisahkan pasukan pendudukan Israel dari warga sipil Palestina.

"Pasukan tersebut harus fokus memantau gencatan senjata dan menahan diri untuk tidak mencampuri urusan internal Palestina," ujar Qassem kepada wartawan di Gaza, Rabu (11/2).

Pihak Hamas juga telah menyampaikan posisi resmi ini kepada para mediator internasional. Laporan menyebutkan bahwa lokasi penempatan pasukan saat ini tengah disiapkan, meskipun penyelesaian fasilitas akomodasi dan residensial diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa minggu.

Hingga saat ini, urgensi kehadiran pasukan penjaga perdamaian semakin mendesak mengingat skala krisis kemanusiaan yang masif. Data terbaru dari otoritas kesehatan di Gaza mencatat jumlah korban tewas telah mencapai 72.045 jiwa, dengan 171.686 lainnya luka-luka sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023. (Xinhua/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya