Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Korea Utara, Kim Jong Un, menginspeksi gambar yang diambil oleh satelit mata-mata baru negaranya dari "wilayah target utama" di Korea Selatan, termasuk ibu kota dan kota-kota yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat (AS), demikian dilaporkan media negara, Sabtu (25/11).
Pyongyang berhasil memasukkan satelit mata-mata militer ke dalam orbit pada awal minggu ini, tetapi Korea Selatan mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan apakah satelit tersebut berfungsi seperti yang diklaim Korea Utara.
Pakar mengatakan memasukkan satelit mata-mata yang berfungsi ke dalam orbit akan meningkatkan kemampuan pengumpulan informasi Korea Utara, terutama terhadap Korea Selatan, dan memberikan data penting dalam konflik militer apa pun.
Baca juga: Usai Gagal Dua Kali, dengan Bantuan Rusia, Satelit Mata-Mata Korut Capai Orbit
Sebelumnya, Pyongyang mengklaim, dalam beberapa jam setelah peluncuran pada Selasa, Kim sudah memeriksa foto pangkalan militer AS di Guam yang diambil satelit bernama Malligyong-1.
Pada Jumat, Kim memeriksa gambar yang diambil ketika satelit melintasi Semenanjung Korea, menurut agensi berita resmi Korean Central News Agency. Gambar-gambar itu diambil dari "pukul 10:15 hingga 10:27" pada pagi hari Jumat, dan mencakup gambar Seoul, serta Pyeongtaek, Osan, Mokpo, dan Gunsan, tempat pangkalan militer Korea Selatan dan AS berlokasi, demikian diungkapkan KCNA.
Baca juga: Korut Kembali Luncurkan Satelit Mata-mata
Gambar-gambar tersebut juga mencakup beberapa daerah di Korea Utara, tambah mereka.
Di antara kota-kota Korea Selatan yang disebutkan, Pyeongtaek - sekitar 60 kilometer dari Seoul - menjadi tuan rumah Camp Humphreys, instalasi militer AS terbesar di dunia di luar negeri.
Pyeongtaek juga merupakan rumah bagi Pangkalan Udara Osan, yang menjadi markas Komando Operasi Angkatan Udara Seoul serta pangkalan Angkatan Udara AS.
Peluncuran satelit Korea Utara tersebut telah membuat kedua Korea menghentikan - Korea Selatan hanya sebagian - perjanjian militer lima tahun yang ditetapkan untuk meredakan ketegangan di Semenanjung.
Secara terpisah, menteri luar negeri Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat pada hari Jumat "mengutuk keras peluncuran tersebut karena dampak destabilisasinya di wilayah tersebut" setelah panggilan telepon bersama, demikian disampaikan oleh Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.
Peluncuran tersebut "menggunakan teknologi rudal balistik yang melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB," demikian pernyataan tersebut.
Badan mata-mata Seoul mengatakan bahwa Pyongyang, setelah dua percobaan gagal untuk mengorbitkan satelit pada awal tahun ini, menerima bantuan dari Moskow untuk peluncuran yang sukses pada minggu ini.
Administrasi Teknologi Antariksa Nasional Korea Utara akan terus melakukan "penyetelan tambahan" terhadap fungsi-fungsi satelit mata-mata pada hari Sabtu, demikian disampaikan oleh KCNA. (AFP/Z-3)
Felix Schöfbänker, seorang pengamat ruang angkasa amatir asal Austria, telah berhasil menangkap gambar beberapa satelit mata-mata AS menggunakan teleskop Dobsonian 14 inci.
Korea Utara telah memberitahu Jepang mengenai rencana peluncuran satelit antara 27 Mei dan 4 Juni.
Pakar luar angkara Universitas Teknologi Delft di Belanda Marco Langbroek mengatakan satelit mata-mata milik Korea Utara bekerja dengan optimal.
Korea Utara telah memulai pertemuan partai penting akhir tahun yang dihadiri Kim Jong Un.
Di depan Dewan Keamanan PBB, Duta besar Korea Utara membela peluncuran satelit mata-mata oleh negara.
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Di drakor ini, Kim Seon-ho memerankan karakter bernama Joo Ho-jin. Ho-jin merupakan penerjemah multibahasa yang ditugaskan sebagai penerjemah untuk bintang top Cha Mu-hee (Go Youn-jung).
Pengadilan Seoul akan membacakan vonis terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan menghalangi penyidikan terkait deklarasi darurat militer 2024.
Korea Selatan dilanda tren "Dubai Chewy Cookie". Terinspirasi dari cokelat viral Dubai, hidangan penutup ini laku keras berkat pengaruh K-Pop dan visual yang menggoda.
Jaksa khusus menuntut hukuman mati bagi mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol terkait upaya pemberontakan melalui deklarasi darurat militer yang gagal.
PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menyalurkan beasiswa senilai Rp100 juta kepada Jakarta Indonesia Korean School (JIKS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved