Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak terusik dengan puluhan ribu korban sipil yang menjadi sasaran serangan militernya dalam upaya memburu Hamas di Gaza, Palestina. Operasi militer di sana sudah lebih dari 40 hari dan banyak pihak menyebut Israel gagal menangkap Hamas sebagai sasaran utama.
Netanyahu berkilah mereka sudah melakukan semua cara untuk menghindari korban sipil, yakni dengan memperingatkan warga dengan selebaran untuk pergi, sebelum dibom. Meskipun, PBB sudah memperingatkan bahwa evakuasi terhadap korban yang terluka, disabilitas dan lansia tidak memungkinkan.
"Setiap kematian warga sipil adalah sebuah tragedi. Dan kami tidak boleh membiarkannya terjadi karena kami melakukan semua yang kami bisa untuk mengeluarkan warga sipil dari bahaya, sementara Hamas melakukan semua yang mereka bisa untuk membuat mereka tetap dalam bahaya," kata Benjamin Netanyahu.
Baca juga : Perang Gaza di Benak Perdana Menteri
Komentar pemimpin Israel tersebut muncul setelah ia ditanya oleh saluran televisi AS CBS Newsi Kamis (16//1) tentang pembunuhan ribuan warga Palestina sebagai pembalasan atas serangan 7 Oktober oleh Hamas akan menyulut kebencian pada generasi baru.
"Jadi, kami mengirim selebaran, (kami) menelepon mereka melalui telepon genggam, dan kami mengatakan pergi. Dan banyak yang pergi," kata Netanyahu.
Baca juga : Krisis Ekonomi Bayangi Israel, 300 Ekonom Peringatkan Netanyahu
Pada hari yang sama, angkatan udara Israel menyebarkan selebaran di beberapa bagian Gaza selatan yang meminta warga untuk mengungsi demi keselamatan mereka.
Sejak serangan balasan Israel dilancarkan pada 7 Oktober 2023 hingga 16 November 2023, sebanyak 11.470 warga Gaza terbunuh dimana 4.970 di antaranya adalah anak-anak. Lebih dari 29.000 orang terluka dan jutaan jiwa telah mengungsi. Di Tepi Barat, sebanyak 197 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 2.750 orang terluka.
Tidak jelas kemana mereka harus mengungsi karena Israel terus melancarkan serangan di wilayah yang terkepung tersebut. Yang terjadi, banyak warga Gaza yang melakukan evakuasi pun tidak luput dari serangan rudal dan bom fosfor Israel. Mereka terbunuh di jalan-jalan dengan kondisi mengenaskan.
Beberapa minggu sebelumnya, Israel juga menggunakan selebaran yang dijatuhkan di Gaza utara untuk memperingatkan warga sipil agar pindah ke selatan.
Ratusan ribu orang telah melakukannya, dalam sebuah pengungsian massal yang dikhawatirkan oleh banyak orang Palestina akan menjadi permanen. Israel mengatakan bahwa tujuan kampanye militernya adalah untuk menghancurkan Hamas.
"Hal lain yang dapat saya katakan adalah bahwa kami akan mencoba menyelesaikan pekerjaan itu dengan korban sipil seminimal mungkin. Itulah yang kami coba lakukan: korban sipil yang minimal. Namun sayangnya, kami tidak berhasil," kata perdana menteri Israel itu.
Baca juga : Israel Kepung RS Al Ahli Baptist di Gaza dengan Tank Militer
Netanyahu kemudian mengatakan bahwa ia ingin membuat perbandingan dengan sesuatu yang berhubungan dengan Jerman, namun ia disela oleh pewawancara CBS, yang mengajukan pertanyaan tentang keamanan pasca perang Gaza.
Warga sipil Palestina telah menanggung beban terberat dari kampanye militer Israel selama berminggu-minggu, yang dilakukan sebagai tanggapan atas serangan Hamas yang menurut Israel telah menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil.
Hamas juga menahan sekitar 240 orang dari berbagai negara sebagai tawanan, menurut Israel.
Pada hari Jumat (17/11), militer Israel mengatakan bahwa mereka telah mengambil jenazah salah satu tawanan, seorang tentara wanita, dari sebuah bangunan di dekat Rumah Sakit al-Shifa di Gaza yang telah menjadi fokus utama serangan Israel minggu ini.
Kematian tentara tersebut dikonfirmasi pada hari Selasa setelah Hamas mengeluarkan sebuah video yang memperlihatkan dirinya dalam keadaan hidup, diikuti dengan gambar-gambar yang menurut kelompok tersebut adalah jasadnya setelah ia terbunuh dalam sebuah serangan udara Israel.
Baca juga : Israel Tembak Siapa Pun yang Coba Tinggalkan Rumah Sakit
Militer Israel mengklaim telah menemukan sebuah terowongan yang digunakan oleh Hamas di Rumah Sakit Al-Shifa. Sebuah video, yang tidak dapat segera diverifikasi, menunjukkan sebuah lubang yang dalam di tanah, dikelilingi oleh reruntuhan, kayu, dan pasir.
Tampaknya area tersebut telah digali; sebuah buldoser muncul di latar belakang. Tentara mengatakan bahwa pasukannya juga menemukan sebuah kendaraan di rumah sakit yang berisi sejumlah besar senjata.
Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa klaim Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS bahwa kelompok tersebut menggunakan Al-Shifa untuk tujuan militer adalah pengulangan narasi yang terang-terangan salah, yang ditunjukkan oleh kinerja yang lemah dan konyol dari juru bicara militer penjajah.
Baca juga : Kocak! Israel Temukan Daftar Anggota Hamas, Padahal Nama Hari Berbahasa Arab
IDF mengaku menemukan bukti daftar penjaga sandera Hamas, padahal itu sebenarnya merupakan kalender nama-nama hari dalam bahasa Arab.
"Amerika Serikat yakin dengan penilaian dari badan-badan intelijennya sendiri mengenai aktivitas Hamas di Rumah Sakit al-Shifa dan tidak akan berbagi atau menguraikannya," kata juru bicara Gedung Putih John Kirby.
Sejumlah jurnalis Gaza melaporkan, serbuan Israel ke dalam sejumlah rumah sakit disertai dengan tindakan represif dan kekerasan, tidak dibenarkan dalam hukum internasional. Di RS Al-Shifa dan RS Al Nasser misalnya, pasukan Israel mengepung RS dengan tank dan menembak siapapun yang keluar dari sana.
Terakhir, muncul kabar jika Israel membuat terowongan besar di dalam kompleks RS Al-Shifa yang sudah dikuasai mereka sejak Jumat (10/11). (Aljazeera/Z-4)
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu keberatan terhadap susunan panel penasihat Gaza yang baru dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menhan Pakistan Khawaja Asif sebut AS standar ganda: Harusnya tangkap PM Israel Netanyahu sebagai penjahat kemanusiaan, bukan culik Presiden Venezuela Maduro.
Protes kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem melawan undang-undang wajib militer berakhir tragis. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah sebuah bus menabrak massa.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menyampaikan pesan kepada Iran.
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
Event ini mencari bakat anak remaja menjadi konten kreator di era digital yang peduli pada peristiwa genosida di Gaza, Palestina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved