Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
"TOLONG selamatkan kami, hentikan perang ini, kalau tidak kami akan mati. Ada orang mati di mana-mana,' kata dokter Samar L Kasim dan Mehmet Sah Yilmaz pada Sabtu, 11 November 2023, ketika Israel memborbardir sejumlah rumah sakit di Gaza, Palestina.
Seharian itu, tentara Israel mengepung dan menembak siapa pun yang mencoba meninggalkan Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza, Palestina. RS ini merupakan yang terbesar di jalur Gaza.
"Tentara Israel telah mengepung area rumah sakit dan mereka bahkan tidak berjarak satu meter pun. Mereka sudah berada di depan pintu,” kata Fadia Malhis, seorang ginekolog di rumah sakit tersebut, kepada koresponden Anadolu dalam percakapan telepon.
Baca juga : Malapetaka Timpa Rumah Sakit Gaza akibat Serangan Israel
Fadia mengatakan, Israel menembak siapa saja yang mau keluar rumah sakit, tidak terkecuali para tenaga medis.
"Kalau ada yang berpindah antar unit, mereka tembak. Banyak syahid di halaman depan IGD, situasinya sangat buruk dan berbahaya, tak terlukiskan," dia berkata.
Baca juga : MER-C Minta Presiden Jokowi Selamatkan RS Indonesia dari Krisis di Gaza
Situasi mencekam itu, sebut Fadia, seperti penjara. Namun, tanpa air, listrik, atau makanan. Saat menguburkan para korban yang meninggal dunia saja, mereka masih ditembaki.
"Ada lebih dari 100 syuhada di taman. Mereka menembaki orang-orang yang mencoba menguburkan para syuhada di halaman rumah sakit. Taman rumah sakit penuh dengan syuhada. Beberapa mencoba untuk melarikan diri dari rumah sakit, dan mereka juga membunuh mereka. Mereka juga menembaki saya," tambahnya.
Karena banyaknya jenazah dan tidak memungkinkan untuk keluar dari area RS, penguburan massal pun terpaksa dilakukan di halaman rumah sakit. Hal itu karena mempertimbangkan kondisi jenazah yang membusuk jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, karena kamar jenazah yang kolaps akibat matinya suplai listrik dan ketiadaan bahan bakar.
Sebulan lebih setelah pembantaian Israel di Gaza, tidak ada suplai bahan bakar, maupun makanan atau minuman. Obat-obatan pun sudah habis sehingga banyak pasien yang dioperasi dan diamputasi secara tradisional, tanpa anestesi dan obat yang seharusnya.
Gara-gara padamnya listrik di rumah sakit tersebut, puluhan bayi yang mengandalkan hidupnya di mesin inkubator unit perawatan intensif (ICU) juga menanti ajal
Dokter Fadia mengungkapkan, pada Sabtu, 11 November 2023 ketika pengepungan dilakukan oleh tentara Israel, ada 60 bayi prematur di unit perawatan intensif, dimana 39 bayi prematur di antaranya diintubas.
"Satu bayi meninggal pada sore hari. (Bayi-bayi) ini akan mati satu demi satu,” imbuhnya.
Dia menyerukan tindakan segera untuk menghentikan permusuhan di sekitar rumah sakit, dengan mengatakan, "Tolong, selamatkan kami, hentikan perang ini, jika tidak kami akan mati. Ada banyak orang mati di mana-mana. Selamatkan kami, situasinya sangat buruk."
Kementerian Kesehatan Palestina mengamini bahwa 39 bayi prematur di bangsal perawatan Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza berisiko meninggal kapan saja karena kekurangan oksigen.
“Israel mengepung rumah sakit dengan tank alih-alih menyediakan bahan bakar, obat-obatan, dan persediaan, dan akibatnya adalah kematian ribuan pasien dan luka-luka,” kata Menteri Kesehatan Palestina, Mai Al-Kaila.
Ia menyebut, sebanyak 20 dari 35 rumah sakit tidak berfungsi karena pemboman Israel dan kekurangan bahan bakar.
“Terkutuklah komunitas internasional yang tidak dapat menghentikan mesin penghancur dan pembunuhan terhadap orang sakit dan terluka di rumah sakit dalam siaran langsung di hadapan dunia,” cetusnya. (Z-4)
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Dalam konferensi pers di Barcelona, Spanyol bintang Thelma & Louise tersebut mengatakan bahwa ia kehilangan agensinya dan kesulitan mendapatkan proyek besar di industri hiburan
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
Pasukan Israel tahan Syekh Rani Abu Sbeih di Masjid Al-Aqsa. Di tengah pengetatan akses Jumat kedua Ramadan, 100.000 jemaah tetap padati kompleks suci tersebut.
KSrelief Arab Saudi resmikan dapur pusat di Gaza untuk sediakan 24.000 makanan harian selama Ramadan bagi pengungsi di Deir Al-Balah dan Al-Qarara.
KSrelief Arab Saudi resmikan dapur pusat di Gaza untuk sediakan 24.000 makanan harian selama Ramadan bagi pengungsi di Deir Al-Balah dan Al-Qarara.
Pasukan Indonesia akan dikerahkan ke Jalur Gaza mulai April 2026 sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional. Simak detail penempatannya di sini.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Menlu Sugiono tegaskan komitmen RI di Markas PBB New York. Dukung gencatan senjata Gaza & pastikan hak Palestina terjaga di Board of Peace (BoP).
Amerika Serikat akan mengalokasikan dana sebesar US$10 miliar untuk mendukung upaya rekonstruksi di Jalur Gaza melalui mekanisme Dewan Perdamaian.
Kepala UNDP Alexander De Croo memperingatkan pembersihan 61 juta ton reruntuhan Gaza butuh 7 tahun. Sekitar 90% warga hidup di kondisi ekstrem dan berbahaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved