Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Rabu (25/10), menegaskan Israel memiliki hak untuk membalas serangan Hamas pada 7 Oktober namun 'Negeri Zionis' itu tetap harus bekerja keras untuk melindungi keselamatan warga sipil.
Saat dunia internasional menuntut segera digelarnya gencatan senjata, Biden, dalam sebuah konferensi pers bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, menegaskan dirinta tidak bisa meminta Israel menunda invasi darat ke Gaza.
"Israel memiliki hak, namun saya mau menambahkan, secara bertanggung jawab, untuk membalas pembantaian rakyat mereka," ujar Biden kepada wartawan di Gedung Putih.
Baca juga: Erdogan Sebut Hamas Pejuang Kemerdekaan, Israel Marah
Biden menuding Hamas sengaja berlindung di balik warga sipil Palestina saat Israel membombardir Jalur Gaza. Meski begitu, Presiden AS itu mengingatkan Israel untuk mematuhi aturan perang.
"Israel harus bekerja sekuat tenaga, meski sulit, untuk melindungi warga sipil," kata Biden.
Biden juga meminta para pemukin Israel untuk berhenti menyerang warga Palestina di Tepi Barat.
Baca juga: Parlemen Libia Usir Diplomat Asal Negara-Negara yang Dukung Israel
"Apa yang mereka lakukan bak menyiram bensin ke api. Mereka menyerang warga Palestina di wilayah mereka sendiri. Itu harus dihentikan," tegasnya.
Israel telah membombardir Jalur Gaza sejak 7 Oktober ketika pejuang Hamas memasuki wilayah 'Negeri Zionis' itu dan menewaskan 1.400 orang dan menculik 222 lainnya.
Sejauh ini, lebih dari 6.500 warga Palestina telah tewas, mayoritas warga sipil, akibat gempuran Israel ke Jalur Gaza. (AFP/Z-1)
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved