Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg telah memperingatkan bahwa perang di Ukraina tidak akan segera berakhir dalam waktu dekat. Saat ini Kyiv terus melanjutkan serangan balasannya terhadap Rusia.
"Kita harus mempersiapkan diri menghadapi perang panjang di Ukraina," kata Stoltenberg, Minggu, (17/9).
Menurut dia konflik di Ukraina jauh dari perkiraan banyak pihak. Begitu pula akhirnya sulit ditebak termasuk oleh NATO yang merupakan pendukung Kyiv melawan Rusia.
“Sebagian besar perang berlangsung lebih lama dari perkiraan saat perang pertama kali dimulai,” kata Stoltenberg dalam wawancara dengan grup media Funke Jerman.
Baca juga: Ukraina Segera Miliki Rudal Jarak Jauh Dipersenjatai Bom Cluster AS
Oleh karena itu, kata dia, NATO harus mempersiapkan diri untuk perang jangka panjang di Ukraina.
“Kami semua mengharapkan perdamaian secepatnya. Tetapi pada saat yang sama kita harus mengakui: jika Presiden (Volodymyr) Zelensky dan Ukraina berhenti berperang, negara mereka tidak akan ada lagi. Jika Presiden (Vladimir) Putin dan Rusia meletakkan senjata mereka, kita akan memiliki perdamaian,” paparnya.
Terus Memakan Korban
Sementara itu sebuah pesawat tak berawak Ukraina merusak depot minyak di barat daya Rusia pada Minggu pagi, memicu kebakaran di tangki bahan bakar yang kemudian padam.
“Tidak ada korban jiwa, semua layanan darurat bekerja di wilayah fasilitas tersebut,” kata Gubernur wilayah Oryol, Andrei Klychkov, melalui aplikasi pesan Telegram.
Baca juga: Rusia Berhasil Hancurkan Dua Drone Ukraina
Kemudian lima warga sipil tewas dan satu luka-luka akibat penembakan intensif Ukraina di wilayah Donetsk pada Sabtu (16/9), kata Denis Pushilin, kepala wilayah yang ditunjuk Rusia, melalui aplikasi pesan Telegram.
Kelima orang tersebut tewas di distrik Kirov dan Kuibyshevskyi dan seorang wanita terluka di Svetlodarsk. Rusia juga menembak jatuh satu drone Ukraina di pinggiran Moskow dan enam lainnya di semenanjung Krimea yang dianeksasi pada Minggu (17/9), menurut Kementerian Pertahanan Rusia.
“Menurut data awal, tidak ada kerusakan atau korban jiwa di lokasi jatuhnya puing-puing. Spesialis layanan darurat sedang bekerja di lokasi kejadian," kata Wali kota Moskow Sergei Sobyanin dalam postingan Telegram terpisah.
Dua drone Ukraina juga dihancurkan di pantai barat Krimea dan empat drone lainnya terdeteksi dan dihancurkan di semenanjung pulau itu antara pukul 01:45 hingga 02:20 waktu setempat.
Sejak Ukraina melancarkan serangan balasan pada awal Juni, Rusia telah melewati gelombang serangan pesawat tak berawak yang secara sporadis merusak bangunan, termasuk di ibu kota.
Para pejabat Rusia telah meremehkan pentingnya serangan tersebut.
(AFP/Z-9)
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Kirsty Coventry, salah satu petinggi IOC, menekankan pentingnya mengembalikan olahraga ke khitahnya sebagai ruang netral yang tidak terjamah oleh kepentingan politik praktis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved