Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ekuador Guillermo Lasso telah mengumumkan keadaan darurat nasional selama 60 hari. Keputusan ini diambil sebagai tanggapan atas pembunuhan calon presiden Fernando Villavicencio pada kampanye di ibu kota Quito.
Villavicencio, 59, seorang kritikus vokal korupsi dan kejahatan terorganisir, tewas dalam acara kampanye pada Rabu (9/8), di tengah lonjakan kekerasan di negara Andes yang dipersalahkan pada pengedar narkoba.
"Angkatan Bersenjata saat ini dimobilisasi di seluruh wilayah nasional untuk menjamin keamanan warga negara, ketentraman negara, dan pemilihan umum yang bebas dan demokratis pada 20 Agustus," kata Lasso, pada Kamis, (10/8).
Baca juga: 3 Polisi Prancis Dituntut atas Kematian Seorang Pria
Media lokal melaporkan sekitar 30 tembakan dilepaskan di sebuah acara di utara ibu kota, Quito. Rekaman video yang diunggah di media sosial menunjukkan Villavicencio masuk ke mobil setelah acara tersebut, sebelum terdengar suara tembakan dan teriakan.
"Marah dan terkejut dengan pembunuhan calon presiden Fernando Villavicencio. Solidaritas dan belasungkawa saya kepada istri dan putrinya," kata Lasso.
Baca juga: Ancam Bunuh Biden, Pria Asal Utah Ditembak Mati FBI
Kantor jaksa agung mengatakan, satu tersangka dalam kejahatan tersebut kemudian meninggal karena luka yang dideritanya dalam baku tembak. Kekerasan tersebut melukai sembilan orang lainnya, termasuk seorang calon legislatif dan dua petugas polisi.
Kantor tersebut kemudian mengatakan telah menangkap enam orang sejauh ini sehubungan dengan kejahatan tersebut selama penggerebekan di Quito.
Polisi Ekuador dan Kementerian Dalam Negeri tidak menanggapi permintaan komentar berulang kali tentang rincian pembunuhan itu, tetapi Lasso mengonfirmasi bahwa polisi dengan aman meledakkan sebuah granat yang ditinggalkan oleh para pembunuh.
"Ini adalah kejahatan politik, yang bersifat terorisme, dan kami tidak ragu pembunuhan ini merupakan upaya sabotase proses pemilu," kata Lasso dalam keterangan video lewat tengah malam waktu setempat, usai bertemu dengan petugas keamanan dan pemilu.
Surat kabar utama negara itu, El Universo, melaporkan bahwa kandidat tersebut dibunuh dengan gaya pembunuh bayaran dan dengan tiga tembakan di kepala.
Video yang diunggah di media sosial menunjukkan Villavicencio berjalan keluar dari acara dikelilingi oleh penjaga. Video kemudian menunjukkan dia memasuki truk putih diikuti dengan tembakan.
Gambar dan cuplikan video dari kampanye menunjukkan adegan kacau saat orang-orang berlindung di lantai gedung setelah tembakan dilepaskan.
Kantor jaksa agung kemudian mengatakan, seorang tersangka meninggal karena luka-luka yang diterima selama penangkapan. "Seorang tersangka, yang terluka saat baku tembak dengan petugas keamanan, ditangkap dan dipindahkan, dengan luka parah, ke unit (jaksa agung) di Quito. Ambulans dari pemadam kebakaran mengkonfirmasi kematiannya, polisi sedang memproses pengambilan mayatnya," kata pernyataan kantor jaksa agung.
Sembilan orang lainnya terluka dalam serangan itu, termasuk seorang calon legislatif dan dua petugas polisi, menurut laporan.
Patricio Zuquilanda, penasihat kampanye Villavicencio mengatakan, Villavicencio telah menerima ancaman pembunuhan, yang telah dia laporkan kepada pihak berwenang. Zuquilanda meminta otoritas internasional untuk mengambil tindakan terhadap kekerasan tersebut, menghubungkannya dengan meningkatnya kekerasan dan perdagangan narkoba di negara tersebut.
“Rakyat Ekuador menangis, dan Ekuador terluka parah. Politik tidak dapat menyebabkan kematian anggota masyarakat mana pun,” lanjutnya.
Villavicencio, dari provinsi Chimborazo di Andean, adalah mantan anggota parlemen, anggota serikat pekerja di perusahaan minyak negara Petroecuador, dan kemudian menjadi jurnalis yang mengecam dugaan kerugian dalam kontrak minyak.
Dia adalah salah satu dari delapan calon presiden yang terdaftar untuk mencalonkan diri dalam pemilihan yang dijadwalkan pada 20 Agustus.
Pada Selasa (8/8), Villavicencio membuat laporan ke kantor jaksa agung Ekuador tentang bisnis minyak, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut dari laporannya yang dipublikasikan. (Aljazeera/Z-3)
Lingkungan harus memiliki kepekaan untuk membedakan kapan waktu untuk mendekat dan kapan harus memberi ruang bagi orang yang berduka.
Ada batasan-batasan komunikasi yang harus dipahami agar dukungan yang diberikan tidak berubah menjadi beban mental tambahan bagi yang berduka.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa ayahanda mendiang dokter Aulia telah menjalani perawatan di RSUP dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, selama tiga hari.
Proses berduka setelah kehilangan orang yang dicintai mencakup beberapa tahapan, yang dimulai dari tahap tidak percaya.
Petenis peringakt dua dunia Aryna Sabalenka mengalami kehancuran setelah kematian mantan kekasihnya, Konstantin Koltsov, yang meninggal dalam kejadian tragis.
Belakangan ini, beberapa perusahaan Tiongkok mengklaim telah menciptakan ribuan "manusia digital" hanya dari materi audiovisual almarhum yang berdurasi 30 detik.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan ini telah direncanakan secara matang.
KEPOLISIAN Sektor Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perang kelompok yang merenggut nyawa seorang warga saat berusaha melerai.
Saif al-Islam Gaddafi, putra paling berpengaruh dari Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas di Zintan. Simak profil dan perjalanan politiknya dari calon pemimpin hingga buronan ICC.
Seif al-Islam Kadhafi, putra mantan pemimpin Libya, tewas dalam serangan di kediamannya.
Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libia Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas tertembak.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved